Refinancing, Barito Pacific (BRPT) Tawarkan Obligasi Rp1 Triliun
:
0
Salah satu pabrik besutan Barito Pacific tengah aktif berproduksi. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Barito Pacific (BRPT) akan menawarkan obligasi senilai Rp1 triliun. Penerbitan surat utang itu, bagian tidak terpisahkan dari obligasi berkelanjutan III dengan proyeksi Rp3 triliun. Nah, tahun ini emiten besutan Prajogo Pangestu tersebut, merilis obligasi tahap III dengan dua seri.
Seri A dibanderol dengan bunga 8,25 persen per tahun dengan durasi 3 tahun. Lalu, seri B berjangka 5 tahun dibalut dengan tingkat kupon 9 persen per tahun. Berdasar skenario, bunga surat utang dibayarkan setiap triwulan sejak tanggal emisi.
Di mana, bunga obligasi pertama akan dibayarkan pada 10 Oktober 2024. Ssdang bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo akan dibayarkan pada 10 Juli 2027 untuk obligasi seri A, dan pada 10 Juli 2029 untuk obligasi Seri B. Pelunasan obligasi dilakukan secara penuh pada saat jatuh tempo.
Seluruh dana hasil penawaran umum obligasi setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan untuk memenuhi kewajiban pembayaran kepada pihak terkait. Tepatnya, pembayaran penuh obligasi berkelanjutan III tahap I tahun 2023 seri A sebesar Rp52,52 miliar. Pembayaran penuh obligasi berkelanjutan I tahap III tahun 2020 seri C senilai Rp76,68 miliar.
Pembayaran penuh obligasi berkelanjutan II tahap I Tahun 2021 seri B sejumlah Rp188,90 miliar. Pembayaran sebagian utang berdasarkan pinjaman Bank BNI sebesar Rp304,68 miliar, dan pembayaran sebagian utang berdasarkan pinjaman Bangkok Bank sebesar Rp368,37 miliar.
Nah, memuluskan rencana itu, perseroan telah menunjuk BCA Sekuritas, KB vvalbury Sekuritas, Sucor Sekuritas, dan Trimegah Sekuritas Indonesia (TRIM) sebagai penjamin pelaksana emisi. Dan, mendaulat Bank BTN sebagai wali amanat. Obligasi itu, mengantongi stempel idA+ dari Pefindo.
Dan, jadwal obligasi perseroan menjadi sebagai berikut. Masa penawaran umum pada 3-5 Juli 2024. Penjatahan pada 8 Juli 2024. Pengembalian uang pesanan pada 10 Juli 2024. Distribusi obligasi secara elektronik pada 10 Juli 2024. Pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 11 Juli 2024. (*)
Related News
Investasi Pribadi Presdir Rudy di Saham ASII, Belanjakan Rp20,2 Miliar
Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis Infrastruktur CDIA
Lepas Saham MPRO Senilai Rp474M, Taipan Ini Masih Kuasai 10,46 Persen
Dalam 13 Bulan Terus Lepas Saham, Bobby Gafur Tetap Pengendali OASA
UNTR Bagi Dividen Interim Rp430 per Helai, Pantau Jadwal Cum Dividen
DADA Beri Santunan Dividen, Total Rp2 Miliar, Per Helai Berapa?





