Rencana Buyback MIKA Rp1 Triliun Disorot Bursa, Ini Jawaban Manajemen
:
0
Salah satu cabang RS Mitra Keluarga milik PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)
EmitenNews.com - PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) buka suara soal rencana pembelian kembali (buyback) saham setelah diminta klarifikasi oleh Bursa Efek Indonesia.
Manajemen menegaskan, aksi buyback ini bukan sekadar langkah teknis, tapi juga sinyal kepercayaan diri terhadap fundamental dan prospek jangka panjang perseroan.
Selain itu, buyback diproyeksikan memberi fleksibilitas dalam mengelola struktur permodalan sekaligus menjaga stabilitas harga saham di tengah pasar yang fluktuatif.
Direktur dan Corporate Secretary MIKA, Joyce V. Handajani, memastikan langkah ini tidak akan mengganggu kondisi keuangan maupun operasional perusahaan.
Menurutnya, perseroan sudah melakukan perhitungan matang, mulai dari posisi kas, arus kas operasional, hingga kebutuhan belanja modal ke depan.
“Perseroan berkeyakinan bahwa pelaksanaan pembelian kembali saham tidak akan memberikan dampak material terhadap kemampuan menjalankan kegiatan usaha secara berkelanjutan,” jelasnya.
Buyback akan dilakukan menggunakan dana internal, dengan pendekatan bertahap mengikuti kondisi pasar.
MIKA juga memastikan likuiditas tetap aman. Hasil kajian internal menunjukkan perseroan tetap mampu memenuhi kewajiban keuangan sekaligus menjalankan ekspansi bisnis.
Dari sisi aturan, perseroan akan tetap mengikuti batasan regulator, termasuk maksimal 20% dari modal disetor dan menjaga porsi saham publik sesuai ketentuan POJK No.13 Tahun 2023 tentang Pembelian Kembali Saham.
Adapun total dana yang disiapkan mencapai Rp1 triliun. Namun, realisasinya akan fleksibel tergantung kondisi pasar dan pergerakan harga saham selama periode buyback yang dijadwalkan berlangsung hingga 7 Juni 2026.
Related News
Pefindo Tarik Peringkat OTO Usai Merger dengan SOF
Emiten Ini Pinjam ke Pemegang Saham untuk Lunasi Utang ke Bank
KIJA Akuisisi Kawasan Industri di Jawa Tengah
Target OJK, 2027 Ada Lima Bank Syariah Beraset Jumbo di Indonesia
Fokus Bisnis Konstruksi, ADHI Streamlining Dua Anak Usaha
Tambah Porsi, Tunggal Jaya Kini Kuasai 38,49 Persen Saham IMPC





