Reshuffle Besar Hutama Karya, Eks Panglima TNI Dicopot Sebagai Komut
Potret perhelatan RUPS Hutama Karya dalam suatu masa. Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - PT Hutama Karya (Persero) melakukan perombakan jajaran komisaris dan direksi berdasarkan Surat Keputusan Pemegang Saham pada Jumat lalu, 13 Februari 2026.
Dalam keputusan tersebut, pemegang saham memberhentikan dengan hormat Yudo Margono dari jabatan Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen. Posisi mantan Panglima TNI sebagai Komut kini digantikan oleh Denny Abdi. Sementara, Mukri ditunjuk sebagai Komisaris.
Mardiansyah, Direktur Hutama Karya, dalam pernyataan resminya pada Rabu (18/2/2026) mengemukakan bahwa di level direksi, pemegang saham juga mengukuhkan pemberhentian dengan hormat Moeharmen Zein Chiago sebagai Wakil Direktur Utama. Selain itu, Agung Fajarwanto (Direktur Operasi I) dan Sugiarti (Direktur Manajemen Risiko) turut diberhentikan dengan hormat.
Selanjutnya dalam keterangan Mardiansyah, perseroan juga melakukan pengalihan tugas Gunadi dari Direktur Operasi II menjadi Direktur Operasi I.
Susunan direksi terbaru Hutama Karya kini diisi oleh Sugeng Rochadi sebagai Wakil Direktur Utama, Mardiansyah sebagai Direktur Operasi II, Fatma Dewi Setyowati sebagai Direktur Manajemen Risiko, dan Iwan Hermawan sebagai Direktur Operasi III.
Mardiansyah menyampaikan bahwa, “Perubahan susunan pengurus ini tidak berdampak langsung terhadap kegiatan operasional, hukum, maupun kondisi keuangan perseroan.”
Kata Mardiansyah, perseroan akan segera menindaklanjuti keputusan tersebut sesuai ketentuan yang berlaku guna memastikan kesinambungan operasional dan strategi bisnis perusahaan tetap berjalan optimal.
Berikut susunan terbaru Dewan Komisaris dan Direksi PT Hutama Karya (Persero) per 13 Februari 2026:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Denny Abdi
Komisaris: Mukri
Komisaris: Siti Jamaliah Lubis
Komisaris: R. Wahyu Muryadi
Komisaris: Essy Asiah
Komisaris: Andus Winarno
Komisaris: Mudanto Hatta
Direksi
Related News
Ongkos Haji Tak Naik, Kenaikan Biaya Avtur Dibebankan APBN
Pasar Tradisional Jakarta Menuju Era Digitalisasi, Tahun Ini Capai 110
Kasus Restitusi Pajak, KPK Panggil Direktur Keuangan Adaro Wamco Prima
Efisiensi Anggaran, Soal Wacana Pemotongan Gaji Menteri Belum Dibahas
Tidak ada Kabar Proyek MRT Bali, Rupanya Masih Tunggu Investor
Konsisten! Pupuk Kaltim Pertahankan Proper Emas ke-9





