Resiko Gagal Bayar Sangat Rendah, Fitch Rating Tegaskan Obligasi SANF Stabil

EmitenNews.com—Fitch Ratings Indonesia telah menerbitkan peringkat 'AA(idn)' untuk obligasi tahap kedua yang diterbitkan di bawah program obligasi keempat PT Surya Artha Nusantara Finance (SANF, AA(idn)/Stabil).
Tranche terdiri dari:
- Seri A: Rp350 miliar obligasi 6,00% tenor 370 hari, jatuh tempo Maret 2024
- Seri B: Rp900 miliar wesel 7,00% dengan tenor tiga tahun, jatuh tempo Maret 2026
- Seri C: Rp250 miliar obligasi 7,25% tenor lima tahun, jatuh tempo Maret 2028
Peringkat Nasional 'AA' menunjukkan ekspektasi akan tingkat risiko gagal bayar yang sangat rendah relatif terhadap emiten atau surat utang lainnya di negara atau kesatuan moneter yang sama. Risiko default yang melekat hanya sedikit berbeda dari emiten atau obligasi dengan peringkat tertinggi di negara tersebut.
Penerbitan SANF di bawah program ini diperingkat pada tingkat yang sama dengan Peringkat Nasional Jangka Panjangnya, sesuai dengan kriteria Fitch, karena obligasi tersebut mewakili kewajiban langsung SANF dan berperingkat sama dengan semua kewajiban lainnya.
Peringkat Nasional Jangka Panjang SANF didorong oleh ekspektasi Fitch akan kemungkinan moderat dukungan luar biasa dari induknya, PT Astra International Tbk (AI), pada saat dibutuhkan.
Sebelumnya, pada 28 September 2022. Fitch Ratings Indonesia telah mengafirmasi Peringkat Nasional Jangka Panjang PT Surya Artha Nusantara Finance (SANF) di 'AA(idn)', dengan Outlook Stabil. Peringkat Nasional Jangka Pendeknya juga telah diafirmasi di 'F1+(idn)'.
Peringkat Nasional Jangka Panjang 'AA' menunjukkan ekspektasi akan tingkat risiko gagal bayar yang sangat rendah relatif terhadap emiten atau surat utang lainnya di negara atau kesatuan moneter yang sama. Risiko default yang melekat hanya sedikit berbeda dari emiten atau obligasi dengan peringkat tertinggi di negara tersebut.
Related News

Maanfaatkan Pasar Mamin, ITPC Meksiko Fasilitasi Business Matching

Malaysia Cabut Bea Masuk Anti Dumping Serat Selulosa Asal Indonesia

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker

Diskon Biaya Listrik 50 Persen Berakhir, Maret Berlaku Tarif Normal