EmitenNews.com—IHSG diperdagangkan mix pada perdagangan sebelumnya dan cenderung menguat berhasil ditutup di zona hijau ke level 7070.08 (+0.28%). IHSG menguat mengekor beberapa bursa regional, selain itu penguatan IHSG diikuti kenaikan saham big caps selain itu data retail sales mengalami penguatan 4.6% YoY untuk bulan September 2022.
Beberapa sektor yang mengalami penguatan diantaranya sektor technology (+1.70%), sektor property dan real estate (+0.79%), dan sektor keuangan (+0.49%). Investor asing tercatat membukukan net buy di pasar reguler sebesar Rp 317 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dibeli oleh asing diantaranya adalah BBCA, BBNI, BBRI.
Secara teknikal, IHSG setelah mantul dari supportnya di 6747 saat ini masih tertahan di resistance 7135 dan belum berhasil breakout resistancenya sehingga masih mengalami konsolidasi. Beberapa saham yang memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini yaitu: BBYB, BCAP, TINS, AGII, GGRM, BULL, kata Lukman Analis Reliance Sekuritas.
Sementara itu dari bursa AS, ketiga index utama kompak ditutup melemah menghentikan laju kenaikan secara berturut. Pelemahan yang cukup tajam ini para pelaku pasar sedang berfokus pemilu selain itu para investor masih akan menunggu data inflasi di AS yang akan dirilis pada hari ini sehingga para pelaku pasar mengantisipasi data dari inflasi di AS dengan consensus masih akan berada di angka 8% YoY ditengah suku bunga di AS yang sudah di 4%.
Dari bursa Asia, pada pagi ini telah diperdagangkan di zona merah, saat laporan ini ditulis index Nikkei 225 melemah (+1.14%), dan Kospi melemah (+0.05%).
Kemudian dari dalam negeri, IHSG kami perkirakan akan berpotensi bergerak mix namun akan melemah mengingat potensi mengekor bursa regional, serta rupiah yang masih terdepresiasi membuat kekhawatiran dari investor asing yang berpotensi terjadi outflow namun saat ini belum ada outflow dari investor asing yang signifikan. sementara itu harga batu bara Newcastle sedang koreksi menyusul supply energy dari Rusia ke Eropa. Kami perkirakan IHSG akan bergerak pada rentang 7030 – 7090.
Related News
Bos BEI Sebut Ada Dua IPO Lighthouse di Awal 2026, Siapa Saja?
Beda Nasib Dua Saham Penghuni Terlama Papan Pemantauan Khusus
Melihat Lagi Gerak DCII dan DSSA, Saham dengan Harga Tertinggi per Lot
Ungguli Bursa Malaysia, IHSG Terbaik Ketiga ASEANĀ
POPSI Khawatir Kenaikan Pungutan Ekspor Lemahkan Daya Saing Sawit RI
TKDN Industri Hulu Migas Hingga 2025 Setara Rp388 Triliun





