Respons Aset Tembus Rp400 Triliun, Begini Penjelasan Bank BTN (BBTN)
EmitenNews.com - Aset Bank BTN (BBTN) sepanjang 2022 ditaksir menembus Rp400 triliun. Data proyeksi itu, bersandar pada laporan keuangan bulanan November 2022. Namun, angka perkiraan bersifat sementara.
”Itu angka estimasi belum final. Masih menunggu angka publikasi yang akan diumumkan nanti,” tulis Achmad Chaerul, Division Head Corporate Secretary Division Bank BTN, menjawab pertanyaan Bursa Efek Indonesia.
Di mana, pernyataan tersebut dilontarkan Nixon L.P Napitupulu Wakil Direktur Utama BTN pada acara luncheon di Jakarta, pada 27 Desember 2022. Pada acara itu, Nixon didamping Direktur IT and Digital Serta Direktur Distribution and Funding menyampaikan mengenai produk baru, dan strategi perseroan pada 2023.
Pernyataan itu disampai berkenaan dengan proyeksi aset, dan laba pada akhir 2022. Di mana, Nixon mendasarkan proyeksi aset dan laba tersebut pada laporan keuangan per November 2022. Namanya, perkiraan dan kalkulasi sementara, angka tersebut tidak bisa disebut final.
Sebelumnya, Bank BTN menyebut aset akan tembus Rp400 triliun, dan laba bersih diestimasi mencapai Rp3 triliun (unaudited), alias di atas konsensus analis sebelumnya dengan prediksi laba bersih Rp2,8 triliun. Salah satu penopang utama laba bersih keberhasilan manajemen menurunkan biaya dana secara signifikan.
Itu dilakukan dengan memperbanyak porsi dana murah alias current account saving account (CASA) melalui inovasi digital. ”Ini sejarah buat BTN, di mana efisiensi biaya dana bisa membuat aset kita akhir tahun 2022 bakal tembus Rp400 triliun dengan penyaluran kredit mencapai Rp300 triliun," tutur Wakil Direktur BTN Nixon L.P Napitupulu, beberapa waktu lalu. (*)
Related News
Astra (ASII) Buyback Rp2 Triliun, Berikut Ini Waktunya
Melesat 122 Persen, 2025 SRTG Koleksi Laba Rp7,31 Triliun
Manipulasi Pasar, OJK Hukum Bentjok Seumur Hidup
Langgar Aturan Pasar Modal, OJK Jatuhkan Sanksi Ke POSA dan SBAT
Menciut! MEJA Bagi Saham Bonus 372,58 Juta Lembar Rasio 6:1
Melesat 48 Persen, CBDK 2025 Catat Laba Rp1,4 Triliun





