RLCO Serap 58% Dana IPO, Segini Porsi Setoran Modal ke Entitas Anak
:
0
RLCO Serap 58% Dana IPO, Segini Porsi Setoran Modal ke Entitas Anak. Dok. IDX Channel
EmitenNews.com - PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (kode saham: RLCO) secara resmi melaporkan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum saham perdana (IPO) per periode 30 Juni 2026 kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Berdasarkan laporan yang dirilis pada 10 Juli 2026, perseroan mencatatkan hasil bersih penawaran umum sebesar Rp100.233.386.667 setelah dikurangi biaya penawaran umum sebesar Rp4.766.613.333.
Alokasi Strategis Modal Kerja dan Entitas Anak
Dalam dokumen keterbukaan informasi yang dikutip pada Jumat (10/07), manajemen PT Abadi Lestari Indonesia Tbk merinci dua fokus utama penggunaan dana IPO, yakni penyertaan modal pada entitas anak serta pemenuhan kebutuhan operasional bahan baku.
Perseroan telah merealisasikan setoran modal kepada PT Realfood Winta Asia secara penuh (100%). Langkah ini telah disahkan melalui Akta Nomor 38 tertanggal 17 April 2026 yang disusun oleh Notaris Tura Widyantine, S.H., M.Kn., di Kota Tangerang Selatan, dan telah mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia.
Untuk mendukung keberlangsungan operasional, perseroan menggunakan dana untuk pembelian bahan baku produksi. Hingga akhir Juni 2026, realisasi penggunaan dana untuk pembelian bahan baku tercatat sebesar Rp43.739.630.000, yang merepresentasikan 58% dari total nilai hasil penawaran umum perseroan.
Baca Juga: Adu Pesta IPO Juli 2026: PRDL Juara, 5 Emiten Lain Terjebak Euforia?
Manajemen Sisa Dana IPO
Hingga laporan diterbitkan, RLCO masih menyisakan dana hasil IPO sebesar Rp42.493.756.667 atau 42% dari total hasil bersih penawaran umum. Sebagai langkah pengelolaan likuiditas, sisa dana tersebut ditempatkan pada instrumen giro di perbankan, yakni di PT IBK Bank Indonesia dan PT Bank Central Asia Tbk. Perseroan menyatakan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan kedua institusi keuangan tersebut.
Direktur PT Abadi Lestari Indonesia Tbk, Dwiadi Prastian Hadi, menegaskan komitmen perseroan dalam menjaga transparansi penggunaan dana, "penggunaan dana ini kami lakukan sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan dalam prospektus, dengan batas penggunaan dana yang diproyeksikan hingga tahun 2027."
Related News
Investor Terkunci, Bos ini Melenggang Exit dengan Harga Premium
Lanjut! HP Capital Lego Jutaan Saham Emiten Hapsoro
Efek Kejut MSCI, Market Cap 10 Emiten Terjun Bebas, DSSA?
Nasib DSSA, BREN, dan CUAN Setelah Kena Sanksi Rp2,1 Triliun
Manuver Morgan Stanley Sebelum MSCI Tebar Ancaman
Ledakan Data Center, DMAS Naikkan Target Prapenjualan 42 Persen





