Rugi Emiten Ritel Matahari (MPPA) Membengkak 28,88 Persen di 2025
Potret customer emiten swalayan ritel MPPA tengah berbelanja bersama keluarga. Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - Emiten ritel PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA) mencatat rugi bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp152,21 miliar sepanjang tahun buku 2025. Angka ini membengkak 28,88 persen dibandingkan rugi tahun 2024 yang sebesar Rp118,10 miliar.
Dari sisi top line, penjualan bersih naik 1,9 persen menjadi Rp7,25 triliun dari Rp7,11 triliun pada tahun sebelumnya. Beban pokok penjualan ikut meningkat 1,7 persen menjadi Rp5,98 triliun dari Rp5,88 triliun. Alhasil, laba bruto tercatat Rp1,26 triliun, naik 2,83 persen dari Rp1,23 triliun.
Namun, laba operasional justru mengalami tekanan. Laba operasi tercatat sebesar Rp26,08 miliar pada 2025. Nilai ini turun 23,12 persen jika disandingkan dengan laba operasional 2024 sebesar Rp33,92 miliar.
EBITDA masih mencatatkan rugi sebesar Rp92,802 miliar, membaik tipis 3,2 persen dibandingkan rugi Rp95,879 miliar pada 2024.
Dari sisi neraca, total aset naik menjadi Rp3,59 triliun dari Rp3,56 triliun. Liabilitas meningkat menjadi Rp3,59 triliun dari Rp3,41 triliun.
Penurunan laba operasi terjadi seiring langkah investasi besar-besaran pada inisiatif operasional. Perseroan fokus melakukan inovasi format ritel baru dan penyegaran produk untuk memperkuat daya saing jangka panjang.
Adrian Suherman, CEO MPPA, menjelaskan hasil tahun 2025 ini masih menunjukkan adanya kemajuan dalam fundamental bisnis. Ia menilai pengelolaan biaya yang disiplin telah membantu perbaikan margin.
“Kami mencatat pertumbuhan penjualan yang moderat dan peningkatan margin melalui pengelolaan biaya yang disiplin serta perbaikan strategi merchandising,” kata Adrian dalam keterangan resmi di Tangerang, Selasa (17/2).
Adrian optimis transformasi jangka panjang ini memberikan dampak positif. Menurutnya, investasi pada produktivitas gerai dan efisiensi rantai pasok akan terus menjadi prioritas.
“Respons positif terhadap inisiatif rebranding semakin memperkuat keyakinan kami bahwa upaya ini akan menghasilkan kinerja yang berkelanjutan,” tambah Adrian.
Beriringan dengan terbitnya pembukuan keuangan 2025 ini, pada perdagangan terakhir Jumat (13/2) saham MPPA tergelincir 1,89 persen turun 20 poin di level Rp52.
Related News
TRON Siapkan Penambahan Usaha Baru, Dua Komisaris Malah Mundur
Buyback 3 Bulan Dimulai, RMKE Baru Serap Rp9,9M dari Anggaran Rp200M
Harga Naik Ribuan Persen, Divestasi Pengendali TIRT Mengalir Deras
Transisi Energi, PGEO Kebut Panas Bumi Sulawesi dan Sumatera
SMIL Serap Dana Obligasi Rp229,7 Miliar, Telisik Rinciannya
Drop 22 Persen, 2025 LINK Tekor Rp1,44 Triliun





