EmitenNews.com - Link Net (LINK) per 31 Desember 2025 boncos Rp1,44 triliun. Bengkak 22 persen dari episode sama akhir tahun sebelumnya Rp1,18 triliun. Dengan hasil itu, rugi bersih per saham dan dilusian bertambah menjadi Rp527 dari sebelumnya Rp431. 

Pendapatan Rp3,08 triliun, melonjak 22,22 persen dari periode sama akhir 2024 sebesar Rp2,52 triliun. Beban penyusutan Rp1,67 triliun, susut dari Rp1,69 triliun. Beban jeringan dan beban langsung lainnya Rp1,53 triliun, bengkak dari Rp1,06 triliun. Beban umum dan administrasi Rp393,23 miliar, turun dari Rp452,87 miliar.

Beban gaji dan kesejahteraan karyawan Rp249,25 miliar, berkurang dari Rp264,16 miliar. Beban amortisasi Rp79,22 miliar, naik dari Rp74,5 miliar. Beban penjualan, dan pemasaran Rp32,92 miliar, susut dari Rp74,5 miliar. Penurunan nilai piutang usaha Rp8,11 miliar, susut dari Rp46,45 miliar. Beban keuangan Rp514 miliar, turun dari Rp632,39 miliar. 

Penghasilan keuangan Rp9,54 miliar, berkurang dari Rp12,36 miliar. Beban lainnya Rp39,95 miliar, bengkak dari Rp27,2 miliar. Rugi sebelum pajak penghasilan Rp1,44 triliun, mengakami penyusutan dari Rp1,77 triliun. Rugi tahun berjalan Rp1,44 triliun, mengalami pembengkakan dari Rp1,18 triliun. 

Jumlah ekuitas Rp3,54 triliun, mengalami penyusutan dari akhir 2024 senilai Rp5 triliun. Total liabbilitas terakumulasi sebesar Rp9,68 triliun, mengalami pembengkakan dari akhir tahun sebelumnya Rp8,91 triliun. Jumlah aset Rp13,23 triliun, merosot dari akhir 2024 senilai Rp13,91 triliun. (*)