TCPI Masuk Radar HSC BEI! 94 Persen Saham Dikuasai Segelintir Investor
:
0
PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI).
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia kembali mengumumkan perusahaan tercatat atau emiten dengan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi alias high shareholding concentration/HSC yaitu PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI).
Melalui pengumuman yang diteken Direktur BEI Kristian S. Manullang dan Direktur Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Eqy Essiqy, penetapan HSC tersebut berdasarkan metodologi penentuan Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi atas struktur kepemilikan Saham dalam bentuk Warkat dan Tanpa Warkat per tanggal 25 Mei 2026.
"Saham Perseroan dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 94,10% dari total Saham dalam bentuk Warkat dan Tanpa Warkat TCPI," demikian bunyi pengumuman tertulis tertanggal 29 Mei 2026 tersebut.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa pengumuman ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundangundangan dan ketentuan yang berlaku di bidang Pasar Modal.
Manajemen TCPI sebelumnya melaporkan bahwa pemegang saham pengendali perseroan adalah PT Sari Nusantara yang menggenggam 55% kepemilikan bersama dengan PT Karya Permata yang menguasai 25% hingga akhir April 2025.
Selain itu, emiten dengan pemilik manfaat akhir atau ultimati beneficial owner Abdullah Popo Parulian itu melaporkan jumlah kepemilikan publik sebanyak 19,25% dan total jumlah pemegang saham 909 pihak hingga akhir bulan lalu.
Sebagai informasi, BEI telah mengumumkan beberapa saham yang masuk kategori HSC, antara lain yaitu:
ROCK (PT Rockfields Properti Indonesia Tbk) - 99,85%
IFSH (PT Ifishdeco Tbk) - 99,77%
SOTS (PT Satria Mega Kencana Tbk) - 98,35%
AGII (PT Samator Indo Gas Tbk) - 97,75%
BREN (PT Barito Renewables Energy Tbk) - 97,31%
WBSA (PT BSA Logistics Indonesia Tbk) - 95,82%
MGLV (PT Panca Anugrah Wisesa Tbk) - 95,94%
DSSA (PT Dian Swastatika Sentosa Tbk) - 95,76%
LUCY (PT Lima Dua Lima Tiga Tbk) - 95,47%
RLCO (PT Abadi Lestari Indonesia Tbk) - 95,35%
Related News
Free Float Jumbo, TCPI Sandang Status HSC
Direksi OMED Tambah Koleksi Saham, Borong 10 Ribu Lembar
Naik Kasta, MERK Jadwal Dividen 51,51 Persen Laba, Yield 7,05 Persen
Respons PP Ekspor SDA, Wilton Makmur (SQMI) Pastikan Belum Ada Dampak
Emiten Hapsoro (SINI) Bidik Ekspansi Besar, Pakai Skema Right Issue
Awali 2026 dengan Kinerja Solid, TLKM Raup Pendapatan Rp37,2 Triliun





