Rupiah Kembali Tertekan, Pagi Ini Turun 45 Poin Atas Dolar AS
:
0
EmitenNews.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi melemah 0,294 persen atau 45 poin menjadi Rp15.330 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.285 per dolar AS.
Menurut analis pasar uang, Lukman Leong, ekonomi di China dan Eropa masih akan terus membebani mata uang berisiko (emerging markets). "Investor menantikan data perdagangan China jam 10.00 WIB pagi ini," ujarnya di Jakarta, Kamis (7/9).
Dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), membalikkan penurunan awal, setelah data AS menunjukkan sektor services secara mengejutkan meningkat pada bulan lalu yang membuka peluang untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Lukman menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi penguatan dolar Amerika Serikat (AS) setelah data Purchasing Managers' Index (PMI) Services AS lebih baik dari perkiraan menjadi 54,5 dari ekspektasi 52,5.
"Rupiah berpotensi kembali melemah di tengah sentimen risk off di pasar dan penguatan dolar AS setelah data PMI Services AS yang lebih baik dari perkiraan memicu kekuatiran inflasi dan naiknya ekspektasi pada prospek suku bunga The Fed," ujarnya. Dia memprediksi pergerakan rupiah pada hari ini berkisar Rp15.250-Rp15.350 per dolar AS.(*)
Related News
Coinfest 2026 Bali, SHOW Token Bidik Kolaborasi dengan MEXC dan Kripto
Soal Desil 9-10 Terlarang Beli Pertalite, Tenang Dengar Menkeu Purbaya
IBS 2026, Integrasi Energi Terbarukan dan Keandalan Sistem Kelistrikan
Kecewa Purbaya, Sudah Keluarkan Rp7T Untuk BPS, DTSEN Belum Optimal
Harga Emas Antam Turun Rp18 Ribu Saat Emas Dunia Bertahan
Yield Stagnan 4,64%, Druckenmiller Kritik Buyback Utang AS





