Rupiah Melemah 28 Poin ke Rp17.915, Besok Rawan ke Rp17.950
:
0
Ilustrasi nilai tukar rupiah ke dolar AS kembali melemah pada perdagangan Kamis (8/10/2026).
EmitenNews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah ke level Rp17.915 pada perdagangan Kamis (8/10/2026). Rupiah melemah 28 poin dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.887.
Pelemahan itu terjadi seiring berlanjutnya konflik di Timur Tengah hingga kepastian suku bunga yang ditetapkan bank sentral AS.
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi menyampaikan bahwa konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran masih menjadi perhatian pasar. Kekhawatiran meningkat setelah kelompok Houthi menyerang fasilitas minyak di Riyadh pada awal pekan.
Meski pasokan minyak dari Timur Tengah meningkat pada September dan arus melalui Selat Hormuz sempat melampaui level sebelum perang, risiko terhadap jalur pelayaran minyak kembali meningkat pada Oktober.
“Ancaman terhadap pelayaran minyak di Teluk dan Selat Hormuz meningkat pada bulan Oktober seiring dengan konflik antara AS-Israel dan Iran yang memasuki bulan kedelapan,” ujar Ibrahim, Kamis (8/10).
Di sisi lain, saat ini pasar secara luas memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan tanggal 27-28 Oktober, menyusul kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada bulan September.
“Namun, risiko inflasi yang terus berlanjut, yang sebagian didorong oleh tingginya harga energi membuat kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan pada bulan Desember tetap terbuka. Hari ini fokus pasar akan tertuju pada data mingguan klaim awal tunjangan pengangguran yang kan dirilis malam nanti pukul 19.30 WIB,” lanjut Ibrahim.
Sementara itu, dari sisi domestik, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) September 2026 masih berada di zona optimistis, meski sedikit melemah menjadi 118,1 dari 118,5 pada Agustus. IKK di atas 100 menandakan konsumen optimistis memandang perekonomian saat ini hingga 6 bulan mendatang.
Pelemahan IKK terutama berasal dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang turun menjadi 107,5 dari 109,4. Sebaliknya, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) meningkat menjadi 128,7 dari 127,6, menunjukkan ekspektasi masyarakat terhadap kondisi ekonomi dalam enam bulan ke depan masih membaik.
Ibrahim juga menyoroti kondisi fiskal Indonesia. Realisasi APBN hingga Agustus 2026 mencatat defisit Rp240,1 triliun atau 0,93% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Related News
Daya Beli Kelas Menengah Melemah, Apindo Ungkap Biang Keroknya
Tertekan Dolar AS, Rupiah Kamis (8/10) Ditutup Melemah
Ikuti Pelemahan Harga Emas Dunia, Antam Turun Rp15.000
Pangkas Hambatan Politis Swasta Jadi Fokus Wamenko Dradjad
Risalah Fed Tekan Harga Emas Dekati Level Terendah 2 Bulan
Tegang AS-Iran dan Badai Tropis Kerek Minyak Nyaris USD101 per Barel





