EmitenNews.com - Nilai tukar rupiah pada Senin pagi bergerak melemah 40 poin atau 0,230 persen menjadi Rp17.405 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.365 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah dipicu oleh macetnya pembicaraan damai antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran setelah Presiden Trump menolak respon Iran atas proposal yang dia ajukan.

"Rupiah diperkirakan akan melemah seiring dengan menguatnya dolar dan harga minyak mentah dunia menyusul tanda-tanda bahwa pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran menemui jalan buntu," ucapnya di Jakarta, Senin.

Mengutip Sputnik, Iran menolak usulan perdamaian yang diajukan AS karena hal tersebut "berarti menerima tuntutan yang berlebihan" dari Washington.

Kantor berita Iran ISNA sebelumnya melaporkan bahwa respons Iran terhadap usulan dari AS difokuskan untuk mengakhiri perang serta memastikan keamanan pelayaran di Teluk Persia dan Selat Hormuz.

Presiden AS Donald Trump menuturkan tanggapan Iran terhadap proposal AS untuk mengakhiri konflik sangat tak bisa diterima.(*)