RUPSLB Habco Trans (HATM) Setujui Rights Issue, Untuk Bayar Utang
:
0
Ilustrasi PT Habco Trans Maritima Tbk. (HATM). Dok. Habco Trans
EmitenNews.com - Rapat Umum Para Pemegang Saham Luar Biasa PT Habco Trans Maritima Tbk. (HATM) pada 18 Desember 2024, menyetujui pelaksanaan rights issue. Rapat merekomendasikan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) sebanyak 1.800.000.000 saham dengan nilai nominal Rp50 per helai. Dana yang terkumpul akan dipakai untuk pelunasan utang, dan belanja modal.
Dalam keterangan tertulisnya Kamis (19/12/2024), Corporate Secretary HATM, Antonius Limbong menuturkan Rapat Umum Pemegang Saham telah memenuhi kuorum. Karena telah dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 6.632.617.300 saham atau 94,752% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh Perseroan, sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan dan Peraturan Perundangan yang berlaku.
Menurut Antonius Limbong bahwa Agenda I RUPSLB menyetujui Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) atau rights issue sebanyak 1.800.000.000 saham dengan nilai nominal Rp50 per saham.
RUSLB juga memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi untuk menetapkan jumlah saham yang akan dikeluarkan dalam PMHMETD I, menetapkan harga pelaksanaan PMHMETD I dan melakukan segala tindakan yang diperlukan dalam pelaksanaan PMHMETD I dengan memperhatikan peraturan perundangan-undangan yang berlaku.
Pada keterbukaan Informasi, 11 November 2024, manajemen menyampaikan bahwa HATM berencana untuk menggunakan dana hasil pelaksanaan rights issue ini setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, untuk pelunasan pinjaman dan/atau belanja modal Perseroan. ***
Related News
Pendapatan Ambles 51 Persen, OASA Masih Rugi Rp42,78 Miliar di 2025
Jatuh Tempo 4 Juli, Mandiri Amankan Dana Rp1,95T Lunasi Green bond
Tantang Dominasi YUPI, Akasha (ADES) Bidik Pasar Gummy Rp15 Triliun
Raffi-Nagita Pegang Kendali, VISI Copot Komisaris Utama dan 1 Direksi
Rogoh Rp661,34 Miliar, Samuel Sekuritas Serok 7,35 Persen Saham RLCO
Ramai Isu Under-Invoicing, Muncul Peta Transaksi Afiliasi Emiten Sawit





