EmitenNews.com - PT Leyand International Tbk (LAPD) sukses menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan secara hibrida (fisik dan elektronik melalui eASY.KSEI) di Meeting Room Hotel Mulia, Jakarta Pusat. Seluruh mata acara rapat usulan manajemen disetujui secara mufakat oleh para pemegang saham.

Penting diketahui agenda penting yang mendapat lampu hijau dari pemegang saham meliputi persetujuan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II) senilai maksimal Rp60 miliar. Kemudian, rencana inbreng saham PT Bersaudara Sinergi Sejahtera (BSS), perubahan nama dan tempat kedudukan perseroan, hingga restrukturisasi susunan pengurus perseroan termasuk penerimaan pengunduran diri salah seorang anggota Direksi, Bambang Rahardja Burhan.

Di bawah kepemilikan PT JSI Sinergi Mas sebagai pemegang saham pengendali baru, RUPSLB ini menandai babak baru transformasi fundamental emiten dari sektor distribusi FMCG menuju lini bisnis jasa kontraktor pertambangan yang berkelanjutan.

Transformasi Menyeluruh dan Komitmen Pengendali Baru

Masuknya PT JSI Sinergi Mas sebagai pengendali baru sejak tahun 2025 menjadi momentum krusial bagi perbaikan fundamental Perseroan. Direktur Utama PT Leyand International Tbk (LAPD), Jamal Abdul Nasir Bamadhaj, dalam keterangannya, Kamis (29/10/2026) menyampaikan bahwa langkah strategis ini difokuskan untuk menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham.

"Masuknya PT JSI Sinergi Mas sebagai pemegang saham pengendali momentum penting bagi Perseroan untuk melakukan transformasi usaha secara menyeluruh. Komitmen tersebut tercermin melalui langkah strategis yang telah direncanakan, khususnya pengembangan usaha ke sektor jasa pertambangan melalui akuisisi PT Bersaudara Sinergi Sejahtera (BSS)," ujar Jamal Abdul Nasir Bamadhaj.

Manajemen bersama pemegang saham pengendali memiliki visi jangka panjang untuk membangun kembali fundamental Perseroan melalui kegiatan usaha yang memiliki potensi pertumbuhan dan pendapatan berulang (recurring income) yang lebih stabil.

"Kami menyadari bahwa transformasi membutuhkan waktu. Namun, dengan dukungan pemegang saham pengendali dan arah bisnis yang semakin jelas, kami optimistis Perseroan memiliki peluang untuk memperbaiki kinerja dan menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham secara bertahap," tambahnya.

Berdasarkan ralat pemanggilan dan keterbukaan informasi perseroan, RUPSLB LAPD yang dipimpin oleh jajaran direksi dan komisaris membahas serta menyetujui enam mata acara utama, yaitu:

Persetujuan PMHMETD II: Menyetujui rencana penambahan modal melalui penerbitan sebanyak-banyaknya 2.000.000.000 (dua miliar) saham Seri B dengan nilai nominal Rp25 per saham (setara dengan 50,42% dari modal ditempatkan dan disetor sebelum PMHMETD II). Dana hasil aksi korporasi ini akan dialokasikan untuk pengambilalihan 87,50% saham BSS melalui mekanisme inbreng senilai Rp38,85 miliar serta modal kerja operasional BSS.