Laba Q3 Rp1,16 Triliun, GOTO Naikkan Target Kinerja 2026
:
0
logo Goto. Photo/Rizki emitennews.com
EmitenNews.com -PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), perusahaan yang membawahi Gojek dan GoPay, membukukan laba bersih selama tiga kuartal berturut-turut di tengah berbagai tantangan.
Merujuk data laporan keuangannya ayang di sampaikan pada laman BEI, Kamis 29 Oktober 2026, GOTO membukukan laba tahun berjalan sepanjang 9 bulan tahun 2026 sebesar Rp864,17 miliar, dari senbelumnya merugi Rp996,97 miliar. Sedangkan untuk laba bersih yang dapat di atribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,16 triliun, berbanding terbalik jika melihat periode sama tahun 2025 yang masih merugi Rp775,55 miliar.
Berkat perolehan ini, GOTO sudah membukukan laba persaham dasar senilai Rp1,09 dari sebelumnya minus 0,73 per saham dasar. GTV inti GOTO naik 89% YoY menjadi Rp194 triliun, sementara pendapatan bersih naik 17% YoY menjadi Rp5,6 triliun.
Hans Patuwo, Direktur Utama GoTo, mengatakan, “Pada kuartal ketiga 2026, GoTo kembali mencatatkan laba bersih selama tiga kuartal berturut-turut. Pada kesempatan ini, kami juga menyampaikan GoTo akan menaikkan target EBITDA yang disesuaikan untuk tahun 2026 menjadi Rp3,5–3,7 triliun.”
“Hasil ini dicapai di tengah berbagai tantangan dalam beberapa bulan terakhir. Ini adalah kuartal penuh pertama sejak komisi 8% mulai diterapkan di layanan GoRide, dan dampaknya cukup signifikan.” Di tengah dinamika eksternal, Hans menegaskan perusahaan fokus pada disiplin operasional dan alokasi modal.
“Selain itu, untuk semakin memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, kami melakukan dua hal. Pertama, kami akan membatalkan 32 miliar saham treasuri atau setara 2,7% dari total saham, yang baru-baru ini disetujui dalam RUPSLB. Langkah ini akan mengurangi jumlah saham beredar sehingga meningkatkan persentase kepemilikan pemegang saham yang ada. Kedua, kami juga terus membeli kembali saham perusahaan karena kami percaya saham GoTo saat ini menawarkan nilai yang menarik.”
Hans menambahkan, “Kami akan terus menjaga fundamental bisnis tetap sehat. Dengan bisnis yang sehat, kami dapat terus tumbuh dan mendukung seluruh pihak dalam ekosistem kami, termasuk jutaan mitra driver. Melalui Program Apresiasi Mitra yang terus kami perluas, kami ingin lebih banyak mitra driver dan keluarga mereka merasakan manfaatnya, mulai dari BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, Beasiswa, hingga Umrah gratis.”
Laba bersih mencapai Rp441 miliar pada kuartal III-2026, menandai laba bersih tiga kuartal berturut-turut, sejalan dengan laba usaha yang mencapai Rp351 miliar. Pengguna bertransaksi tahunan (ATU) tumbuh 16% YoY menjadi 72,5 juta. GTV inti tumbuh 89% YoY menjadi Rp194 triliun. Pendapatan bersih tumbuh 17% YoY menjadi Rp5,6 triliun. EBITDA Grup yang disesuaikan naik 84% YoY menjadi Rp950 miliar, setelah memperhitungkan dampak penerapan komisi sebesar 8% pada layanan transportasi roda dua selama satu kuartal penuh. Arus kas bebas yang disesuaikan GOTO naik 389% YoY menjadi Rp1.209 miliar. Imbalan jasa e-commerce dari Tokopedia mencapai Rp235 miliar.
Target EBITDA GOTO yang disesuaikan dinaikkan menjadi Rp3,5-3,7 triliun, dari Rp3,2-3,4 triliun sebelumnya. Target kinerja Fintech (GoPay) dinaikkan menjadi Rp1,9-2,0 triliun, dari Rp1,7-1,8 triliun sebelumnya. Kisaran target kinerja ODS (Gojek) diperlebar menjadi Rp1,4-1,6 triliun, dari sebelumnya Rp1,4–1,5 triliun, dengan mempertimbangkan potensi regulasi mendatang, termasuk aturan pelaksana untuk layanan pengantaran dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Hal ini mencerminkan kinerja GoPay yang terus melampaui ekspektasi dan bisnis Gojek yang mulai tumbuh.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) GoTo pada 14 Oktober 2026, pemegang saham menyetujui pembatalan 32 miliar saham treasuri, setara dengan sekitar 2,7% dari total saham beredar. Pembatalan saham tersebut akan efektif dalam 2–3 bulan mendatang setelah seluruh proses regulasi yang dipersyaratkan selesai, sehingga persentase kepemilikan setiap pemegang saham akan mengalami peningkatan.
Related News
SMGR Kaji Opsi Buyback Saham di Tengah Dinamika Pasar Saham Domestik
Laba Q3 BKSL Naik 67,5 Persen, Ditopang Penjualan Lahan dan Bangunan
TLDN Cetak Pendapatan Naik 14,1 Persen, Raup Laba Rp875M di Q3 2026
Laba Bersih KAQI Tumbuh Kuat 84 Persen di Kuartal III-2026
BIKE Teken MoU dengan Pasar Jaya, Garap Proyek Pasar Minggu Rp1,1T
HATM Kantongi Fasilitas Kredit dari BCA, Manajemen Ungkap Tujuannya





