EmitenNews.com - PT Teladan Prima Agro (TLDN) membukukan pendapatan sebesar Rp4,35 triliun pada sembilan bulan tahun 2026 (9M26), meningkat 14,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan volume penjualan dan harga jual rata-rata Crude Palm Oil (CPO), Palm Kernel (PK), dan Crude Palm Kernel Oil (CPKO).

Presiden Direktur TLDN, Wishnu Wardhana menerangkan penjualan CPO menjadi kontributor utama pendapatan dengan nilai Rp3,73 triliun, meningkat 12,5% secara tahunan (year on year/yoy).

“Kinerja tersebut ditopang oleh kenaikan volume penjualan sebesar 6,9% dan harga jual rata-rata sebesar 5,2%. Sementara itu, penjualan PK dan CPKO masing-masing menghasilkan pendapatan sebesar Rp337,58 miliar dan Rp273,32 miliar,” kata Wishnu dalam siaran pers, Kamis (29/10/2026).

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, Perseroan mencatatkan laba kotor sebesar Rp1,59 triliun, meningkat 22,7% YoY. EBITDA mencapai Rp1,45 triliun, tumbuh 10,4% YoY dari Rp1,31 triliun pada 9M25. Laba bersih tercatat sebesar Rp875,25 miliar, meningkat 5,5% dibandingkan Rp829,31 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi operasional, produksi TBS dari kebun inti mencapai 862.795 ton, meningkat 5,6% YoY, sedangkan produksi TBS plasma tumbuh 17,5% menjadi 133.029 ton. Volume pengolahan TBS meningkat 7,1% menjadi 1,13 juta ton, diikuti kenaikan produksi CPO sebesar 10,9%.

Tingkat ekstraksi minyak sawit (Oil Extraction Rate/OER) juga meningkat menjadi 23,54%, dari 22,73% pada 9M25. Peningkatan produksi kebun dan hasil pengolahan tersebut mencerminkan kinerja operasional yang positif selama periode berjalan, sekaligus mendukung pertumbuhan volume penjualan Perseroan.

“Kinerja Perseroan pada sembilan bulan pertama tahun 2026 menunjukkan kemampuan kami menjaga produktivitas dan profitabilitas di tengah dinamika industri. Kami terus mendorong produktivitas kebun dan optimalisasi proses pengolahan yang berjalan seiring dengan penerapan prinsip keberlanjutan, serta menjaga disiplin biaya untuk mendukung ketahanan usaha dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham,” pungkasnya.