EmitenNews.com - Direksi dan Komisaris PT Astra International Tbk (ASII) kompak pertebal kepemilikan saham di perseroan selama periode 21-24 September 2026.

Anggota direksi yang diketahui melakukan transaksi beli saham ASII yaitu Rudy, Thomas Junaidi Alim, dan Djap Tet Fa. Masing-masing melakukan transaksi beli dengan jumlah dan harga yang bervariatif.

Direktur Utama ASII atau Rudy tercatat membeli saham perseroan dalam dua kali transaksi di tanggal 21 dan 22 September 2026. Total saham yang dikantongi sebanyak 4.400.000 lembar saham di dua harga yang berbeda, yaitu Rp4.820 dan Rp4.790. Jika diakumulasi, total dana yang digelontorkan Rudy untuk mempertebal saham di perseroan sebanyak Rp21,14 miliar.

Melalui aksi beli yang bertujuan untuk investasi langsung ini, total kepemilikan saham Rudy di Astra International meningkat signifikan dari sebelumnya 1,2 juta unit menjadi 5,6 juta unit saham.

Anggota direksi lainnya yakni Thomas Junaidi Alim yang membeli sebanyak 250.000 lembar saham ASII. Transaksi pembelian saham tersebut dilakukan pada tanggal 23 September 2026 dengan harga pelaksanaan sebesar Rp4.762 per lembar saham.

Sebelum transaksi ini dilakukan, Thomas mengapit sebanyak 1.407.800 unit saham ASII atau setara dengan 0,0035% hak suara. Pascatransaksi, jumlah kepemilikan saham miliknya meningkat menjadi 1.657.800 unit saham, yang meningkatkan porsi hak suaranya menjadi 0,0041%.

Kemudian direksi lainnya, Djap Tet Fa juga dilaporkan menambah porsi kepemilikan saham di ASII. Dari laporan perubahan kepemilikan saham, ia membeli sebanyak 500.000 unit saham ASII pada tanggal 24 September 2026.

Transaksi itu dieksekusi di harga Rp4.769 per lembar saham. Dengan demikian, nilai investasi yang dikeluarkan borong saham pribadi ini mencapai sekitar Rp2,38 miliar. Alhasil, porsi kepemilikan sahamnya meningkat dari 3.500.000 lembar menjadi 4.000.000 lembar.

Komisaris Ikut Borong Saham

Tak hanya jajaran direksi, komisaris ASII, Prijono Sugiarto juga terpantau menambahporsi sahamnya di perseroan. Prijono melakukan pembelian sebanyak 8.700 lembar saham biasa ASII pada 21 September 2026.