Saham HSC Eks-MSCI Agustus Anjlok 80% dari ATH, Kini Divonis UMA BEI
:
0
Salah satu armada kapal Transcoal tengah mengangkut batu bara. Foto: TCPI.
EmitenNews.com - Saham PT Transcoal Pacific Tbk. (TCPI) terus tertekan setelah dikeluarkan dari indeks MSCI dan masuk daftar saham berkepemilikan terkonsentrasi tinggi, TCPI kini juga terdakwa Unusual Market Activity (UMA) BEI.
Harga sahamnya pun anjlok 79,96% dari level tertinggi sepanjang tahun (All-Time High/ATH). Berdasarkan data RTI Business pukul 10.15 WIB, TCPI turun 350 poin atau 11,44% ke Rp2.710. Padahal pada 17 April 2026, saham ini sempat menyentuh All-Time High (ATH) di Rp13.525.
Dikeluarkan dari MSCI dan Masuk Daftar HSC
Tekanan terhadap TCPI datang dari dua sisi. Pertama, TCPI resmi dikeluarkan dari MSCI Global Small Cap pada Rebalancing Index Agustus yang terbit 13 Agustus 2026. Penghapusan ini akan berlaku efektif setelah penutupan perdagangan 31 Agustus 2026.
Kedua, Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memasukkan TCPI ke dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC) atau emiten dengan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi. Berdasarkan data BEI, sekitar 94,10% saham TCPI dikuasai oleh segelintir pemegang saham tertentu.
Kondisi HSC ini membuat likuiditas saham menjadi rawan dan rentan terhadap volatilitas tinggi.
BEI Nyatakan Vonis UMA, Investor Diminta Hati-hati
Bursa Efek Indonesia (BEI) menjatuhkan putusan bahwa pihaknya tengah memantau pergerakan saham TCPI karena terjadinya penurunan harga saham yang tidak wajar di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).
Endra Febri Styawan, Pjs Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI dalam keterangan tertulisnya Selasa (18/8/2026) menuturkan, "Pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal."
BEI juga mengimbau investor untuk mencermati kinerja perusahaan dalam setiap keterbukaan informasi dan mengkaji kembali corporate action perusahaan tercatat apabila belum mendapat persetujuan RUPS.
Related News
BEI Suspensi Massal 5 Saham & Buka Gembok 1 Saham FCA Ini
Rampung Modernisasi, GMFI Serahkan Hercules A-1319 ke Kemenhan
BYAN ARA 2 Hari Beruntun, Jatuh ARB 14,91% Usai Bantah Rumor Akuisisi
APEX Kantongi Kontrak Pertamina USD74,3 Juta, ini Jenis Pekerjaannya
Investor Naik 43,8 Persen, Pemegang Saham GPSO Tembus 6.430 SID Juli
Sebelum Goda H Isam, BEI Ganjar BYAN Kado Spesial ini





