Saham Melonjak Jelang RUPST 13 Mei, WIKA Beton (WTON) Beri Klarifikasi
:
0
Kawasan Industri Pabrik Produk Beton Lampung milik WIKA Beton. Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - Saham PT Wijaya Karya Beton (WTON) mencatat lonjakan volume transaksi cukup deras pada awal Mei 2026, tepat sepekan menjelang Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan 13 Mei 2026.
Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan volume perdagangan WTON pada 4 Mei 2026 mencapai 143,77 juta saham. Angka itu jauh di atas rata-rata harian. Harga saham sempat menyentuh Rp99 sebelum ditutup di Rp89 per saham. Pergerakan tak biasa ini langsung direspons BEI dengan permintaan konfirmasi ke manajemen.
Manajemen WIKA Beton menyatakan tidak ada informasi atau fakta material yang belum diungkap ke publik.
“Perusahaan juga tidak mengetahui adanya aktivitas transaksi dari pemegang saham tertentu yang memicu lonjakan volume tersebut,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi.
Saat ini fokus perseroan tertuju pada agenda RUPST. Manajemen menegaskan belum ada rencana aksi korporasi strategis dalam waktu dekat.
Walau seeperti diketahui, ekspansi internasional juga terus dijalankan WIKA Beton. Direktur Utama WIKA Beton, Kuntjara, menyebut perseroan terlibat di dua proyek strategis luar negeri.
Pertama, pembangunan Metro Manila Subway (MMS) di Filipina dengan nilai kontrak US$110 juta atau sekitar Rp1,87 triliun. WIKA Beton memproduksi segmental tunnel dan komponen lintasan kereta melalui WIKA Kobe di Majalengka. Proyek yang didanai JICA ini telah mencapai progres 30% per 6 April 2026.
“Tahun ini mungkin baru sekitar 30%, karena masih banyak. Masalah di sana juga sama kayak kita. Kadang-kadang masalah tanah, belum terlalu bebas,” ujar Kuntjara di Gedung BEI, Jakarta.
Perseroan juga menjajaki proyek North-South Commuter Railway (NSCR) sepanjang 100 km di Filipina.
Selain Filipina, WIKA Beton menandatangani nota kesepahaman untuk pembangunan fasilitas produksi Liquified Natural Gas (LNG) di Alaska, Amerika Serikat. Kuntjara menilai proyek LNG ini sebagai peluang strategis ekspansi global.
Related News
CCSI Akhirnya Raih Laba di Kuartal I 2026, Pendapatan Naik 32,7 Persen
Arus Kas SAMF Jebol, Laba Ikut Tergerus Kuartal I 2026
Emiten Emas (ARCI) Kabarkan Dividen Final USD30 Juta, Cum Date 19 Mei
Berkat Efisiensi, PSGO Catat Laba 2025 Naik 26,3 Persen
2 Saham Ngegas Mulu Hingga Naik Ribuan Persen, Kini Terjerat Suspensi
Denza D9 Terbaru Pakai Peredam Kejut Mewah, Senyaman Porsche?





