Saham TUGU Lagi Murah! Dividen di Depan Mata, Minat?
:
0
Gedung Kantor Pusat TUGU
EmitenNews.com - Saham-saham emiten asuransi umum merespons pergerakan IHSG yang tertekan belakangan ini dengan variatif. Di antara saham asuransi umum yang mengalami tekanan adalah PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance /TUGU).
Meski harga sahamnya cenderung tertekan, valuasi yang sudah murah ditambah potensi pembagian dividen dapat menjadi katalis positif untuk harga saham TUGU.
Pengamat pasar modal Yazid Muammar yang turut memantau pergerakan harga saham asuransi umum menyampaikan bahwa valuasi sektor yang masuk jasa keuangan ini masih relatif terdiskon.
“Rata-rata rasio Price to Book Value (PBV) sektor asuransi umum saat ini berada di 0,58x, lebih rendah sektor keuangan yang berada di PBV 1,57x dan IHSG yang berada di 1,85x sehingga menarik untuk dipantau menjadi stock pick di tengah berbagai risiko ketidakpastian yang ada” ujar Yazid.
Menurut Yazid, salah satu emiten asuransi umum yang layak untuk menjadi saham pilihan adalah TUGU. Ia menjelaskan bahwa saat ini TUGU ditransaksikan di 0,33x PBV atau berada di bawah rata-rata industri maupun sektor keuangan.
“Dengan kinerja keuangan yang solid di sepanjang 2024, saham TUGU saat ini significantly undervalued. Laba inti tahun berjalan tumbuh 63% menjadi Rp 706 miliar di tengah pertumbuhan premi bruto yang mencapai 11% di 2024 dan loss ratio yang sukses dijaga di bawah 60% atau tepatnya di 54,4%” ungkapnya.
Tekanan yang dialami oleh harga saham TUGU di sepanjang 2025 lebih disebabkan karena sentimen temporer dan bukan karena aspek fundamental menurut Yazid. Ia juga mengungkapkan bahwa saham TUGU secara likuiditas transaksi paling tinggi jika dibandingkan emiten asuransi umum lain yang membuatnya cukup terkena imbas sentimen makro yang kurang kondusif.
Di saat harga saham TUGU tertekan, Yazid melihat potensi return dari berinvestasi di saham asuransi umum dengan total aset mencapai Rp 26,4 triliun tersebut tergolong tinggi. Apalagi setelah rilis kinerja yang gemilang di 2024 dan potensi pembagian dividen.
“Setelah rilis laporan keuangan, agenda berikutnya dalam waktu dekat di kuartal II-2025 nanti adalah RUPS di mana agenda rutin yang biasanya dimintakan restu adalah pembagian dividen dan sejak melantai di BEI, TUGU tidak pernah absen membagikan dividen kepada pemegang saham” tambahnya.
Menurut perhitungan Yazid, dengan capaian laba tahun berjalan di 2024 dan menggunakan rasio payout dividen historis 40%, maka potensi dividen yang kemungkinan disetor ke pemegang saham mencapai Rp 300 miliar.
Related News
SCPI Go Private, Pengendali Tawar Saham Publik Rp100 Ribu per Lembar
Deretan Top Gainers di Tengah IHSG yang Merah, Apa Saja?
Komisaris Multitrend Indo (BABY) Borong 2,17 Juta Saham, Ini Sosoknya
Kinerja Memburuk, Tiga Pentolan Ini Lepas Jutaan Saham BYAN
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA





