EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia menyambut awal Semester II 2026 dengan listing 2 emiten baru sekaligus. Pembukaan perdagangan Selasa (7/7/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat dibuka menguat tipis lalu berbalik melemah di sesi pagi.

Berdasarkan data RTI Business pukul 09.17 WIB, IHSG berada di level 5.894,068 atau turun 22,001 poin (-0,37%). Indeks sempat dibuka atraktif di 5.933,574 dan sempat menyentuh level tertinggi 5.943,538 sebelum akhirnya tertekan ke level terendah 5.891,840.

Transaksi cukup ramai. Volume mencapai 2,854 miliar saham dengan nilai Rp1,341 triliun dan frekuensi 231.576 kali. Sebanyak 227 saham naik, 289 saham turun, dan 195 saham stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat Rp10.343,645 triliun.

Pelemahan IHSG hari ini terjadi di tengah euforia pasar menyambut debut 2 IPO baru: 

1. PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX) - Jaringan rumah sakit mata, dana IPO Rp609,98 miliar

2. PT Niramas Utama Tbk. (JELI) - Produsen INACO, dana IPO Rp239,4 miliar

Kedua saham tersebut justru kompak menguat di hari pertama. JECX naik 24,8% ke Rp1.560 dan JELI ARA 25% ke Rp1.125. Tingginya minat investor pada kedua IPO ini menunjukkan optimisme terhadap prospek pasar modal di semester II 2026.

Meski IHSG terkoreksi, masuknya 2 emiten baru ini menambah amunisi BEI untuk mengejar target pencatatan sepanjang tahun. Ke depan, Research Team Mirae Asset Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG masih rawan tekanan.

"Kami menilai risiko koreksi masih cukup besar karena beberapa faktor belum sepenuhnya tercermin di harga, terutama potensi kenaikan NPL perbankan, peluang pengetatan suku bunga lanjutan, dan prospek perlambatan ekonomi di 2H26–1H27," tulis Head of Research Rully Arya Wisnubroto dalam risetnya (7/7).

Senior Analyst Mirae, Muhammad Nafan Aji dari Mirae memproyeksikan support IHSG di level 5.848 dan 5.723, sementara resistance di 5.972 dan 6.127. ***