EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kompak menguat. Mengantarkan Dow Jones untuk kali pertama dalam sejarah ditutup di atas level 53 ribu. Penguatan indeks itu, ditopang lonjakan saham sektor teknologi. Misalnya, Western Digital surplus 7,14 persen, Teradyne melejit 2,83 persen, Marvell Technology menguat 1,62 persen, dan Oracle 2,49 perssen.

Sementara itu, Dell Technologies mencatat kenaikan hingga 4,43 persen setelah presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempromosikan saham Dell dari Gedung Putih. Itu terjadi usai acara pembukaan perdagangan dilakukan Trump. Berbeda dengan pergerakan indeks, dan emiten teknologi lainnya, saham Microsoft justru terkoreksi 0,96 persen.

Perosotan saham setelah memecat 4.800 pekerja atau 2,1 persen dari total jumlah pekerja Microsoft. Lompatan indeks bursa Wall Street, dan harga beberapa komoditas akan menjadi sentimen positif pasar. Aksi jual investor asing, dan cenderung koreksi rupiah berpeluang menjadi sentimen negatif indeks harga saham gabungan (IHSG).

So, sepanjang perdagangan hari ini, Selasa, 7 Juli 2026, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 5.845-5.775, dan resistance 5.990-6.060. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham AKRA, BBRI, BRIS, BBCA, BBNI, dan BMRI. (*)