EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah menjelang penutupan sesi I perdagangan Senin (6/7/2026).

Berdasarkan data RTI, IHSG sempat tampil meyakinkan dengan menguat 0,13 persen ke level 5.883, 461 sekitar pukul 9 pagi. Di awal perdagangan indeks, bahkan sempat menyentuh level tertinggi harian di 5.906,788 dengan nilai transaksi mencapai Rp546,052 miliar.

Akan tetapi, memasuki pukul 11.17 siang, tekanan jual mulai mendominasi pasar. IHSG terpeleset ke zona merah, koreksi 0,25 persen ke level 5.860,977.

Nilai transaksi yang terhimpun hingga menjelang akhir sesi I ini tercatat sebesar Rp4,280 triliun dengan volume perdagangan mencapai 9,618 miliar saham dan frekuensi sebanyak 813.680 kali.

Sebanyak 297 saham bergerak melemah, 278 saham menguat, dan 202 saham stagnan. Kapitalisasi pasar bertengger di angka Rp10.294,057 triliun.

Saham Big Banks Ikut Merah

Seiring dengan IHSG yang bergerak fluktuatif, saham-saham perbankan besar juga sempat terpantau merah di awal perdagangan.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) misalnya, pada pukul 9 pagi sempat merosot ke level 6.000 atau turun 0,83 persen. Namun, menjelang penutupan sesi I, saham BBCA melawan dengan berbalik menguat 0,81 persen ke level 6.100.

Sementara ketiga saham perbankan lain, seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesai (Persero) Tbk (BBNI) masih bergerak di zona merah, meski sempat masuk zona hijau sepanjang perdagangan intraday.

BBRI dibuka melemah 0,37 persen di level 2.700, dan menjelang penutupan sesi I merosot ke level 2.690 atau turun 0,74 persen. Begitu pun dengan BMRI, dari posisi awal perdagangan di 3.980, kini merosot 1,25 persen ke level 3.960.