EmitenNews.com - Kiwoom Sekuritas Indonesia memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menuju level 7.250 hingga 7.700 hingga akhir tahun 2026. Hal itu terungkap dalam dokumen bertajuk Market Outlook 2H26 Kiwoon Sekuritas.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata mengatakan, peluang pemulihan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terbuka di semester II-2026.

“Dengan asumsi terjadi breakout dari downtrend channel sekitar akhir Juli, didukung pola seasonality yang positif Juli untuk JCI dan sejauh tidak ada komentar negatif dari lemba pemeringkat seperti S&P Global tentang Indonesia,” tutur Liza, Rabu (1/7).

Seiring dengan proyeksi tersebut, Liza mengungkapkan beberapa sektor diproyeksikan menjadi penopang IHSG pada semester II-2026. Di antaranya sektor perbankan, telekomunikasi, konsumer, energi dan infrastruktur dinilai memiliki prospektif positif pada semester II-2026.

Beberapa saham yang masuk dalam stock pick Kiwoom di antaranya; Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan target harga Rp3.600 atau berpotensi naik 29 persen.

Kemudian PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan target harga Rp4.800 atau potensi kenaikan hingga 76 persen, saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan target harga Rp6.300 atau berpotensi naik 43 persen.

Dan saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dengan target harga Rp970 atau berpotensi mengalami penguatan hingga 24 persen, serta PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) dengan target harga di level Rp705 atau berpotensi naik 44 persen.