EmitenNews.com - Samuel Sekuritas Indonesia masih mempertahankan proyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di level 6.600 hingga akhir tahun 2026. Meski demikian, investor diimbau tetap mewaspadai sejumlah indikator makroekonomi yang berpotensi memengaruhi volatilitas pasar.

Head of Research Samuel Sekuritas indonesia, Prasetya Gunadi mengatakan salah satu perhatian pelaku pasar yang tengah dicermati yaitu pengumuman posisi cadangan devisa.

Untuk diketahui, dari data yang dihimpun Emitennews cadangan devisa Indonesia turun menjadi USD 144,9 miliar pada Mei 2026, turun dari bulan sebelumnya. Posisi tersebut juga menjadi yang terendah sejak Juni 2024.

“Investor perlu mencermati pengumuman cadangan devisa Indonesia, karena per Mei 2026 cadangan devisa sudah mencapai level terendah sejak Juni 2024, yang berpotensi menambah tekanan pada volatilitas pasar,” ujar Prasetya kepada EmitenNews, Minggu (5/7).

Di samping itu, hingga saat ini pergerakan IHSG belum mencerminkan pemulihan yang solid karena masih tingginya tekanan jual dan minimnya aliran dana asing ke pasar domestik.

“Kami masih menargetkan IHSG di angka 6,600 hingga akhir tahun 2026,” pungkasnya.

Pangkas Proyeksi Laba Perbankan

Di saat yang sama, Samuel Sekuritas Indonesia juga merevisi turun proyeksi pertumbuhan agregat laba sektor perbankan pada 2026 menjadi 1,8%, dari sebelumnya 4,6%.

Prasetnya menilai, kombinasi pelemahan nilai tukar rupiah dan tingginya suku bunga menjadi tantangan utama yang diperkirakan membayangi kinerja industri perbankan pada paruh kedua tahun ini.

“Secara tahunan, kinerja bank masih terlihat resilien. Namun, investor perlu melihat lebih jauh ke paruh kedua tahun ini, karena tekanan dari suku bunga tinggi, pelemahan rupiah, dan potensi kenaikan biaya kredit masih menjadi tantangan bagi sektor perbankan,” ujar Prasetya.