EmitenNews.com - Kota Satu Properti (SATU) masuk barisan emiten dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi alias high shareholding concentration (HSC). Di mana, 94,27 persen saham SATU dikempit segelintir elit investor. Itu berdasar metodologi penentuan HSC atas struktur kepemilikan saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat per 29 Mei 2026.

”Pengumuman ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan, dan ketentuan berlaku di bidang pasar modal,” tulis Kristian S. Manullang Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Eqy Essiqy Direktur Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Menyusul pengumuman edisi 3 Juni 2026 itu, maka SATU menjadi anggota baru HSC dengan nomor urut ke-13. Maklum, sebelumnya 12 emiten telah menjadi penghuni tetap setelah menyandang status HSC. Dengan demikian, penghuni lengkap HSC menjadi sebagai berikut. Posisi pertama ditempi ROCK dengan kepemilikan 99,85 persen investor tertentu.

Posisi kedua dihuni Ifishdeco (IFSH) 99,77 persen, ketiga Satria Mega Kencana (SOTS) 98,35 persen, keempat Samator Indo Gas (AGII) 97,75 persen. Lalu, kelima Barito Renewables Energy (BREN) 97,31 persen, keenam Panca Anugrah Wisesa (MGLV) 95,94 persen, ketujuh BSA Logistics Indonesia (WBSA) 95,82 persen, kedelapan Dian Swastatika Sentosa (DSSA) 95,76 persen.

Selanjutnya, posisi sembilan Lima Dua Lima Tiga (LUCY) 95,47 persen, ke sepuluh Abadi Lestari Indonesia (RLCO) 95,35 persen, posisi 11 Kota Satu Properti (SATU) 94,27 persen, Transcoal (TCPI) 94,10 persen posisi dua belas, dan terakhir MGRO 93,76 Persen.

Back to Back Boncos

Sepanjang kuartal I 2026, boncos Rp930,86 juta, berkurang signifikan dari edisi sama tahun lalu tekor Rp1,43 miliar. Pendapatan Rp7,21 miliar, melonjak 53,4 persen dari Rp4,7 miliar. Laba kotor terkumpul Rp3,12 miliar, melesat dari posisi sama tahun sebelumnya Rp2,2 miliar.

Beban penjualan Rp301,35 juta, bengkak dari Rp137,36 miliar. Beban umum dan administrasi Rp3,1 miliar, bengkak dari Rp2,97 miliar. Pendapatan keuangan Rp3,28 juta, naik dari Rp2,82 juta. Beban keuangan Rp577,12 juta, bertambah dari Rp523,92 juta. Rugi periode berjalan Rp928,47 juta, ciut dari Rp1,44 miliar.

Jumlah ekuitas terkumpul Rp44,68 miliar, menyusut dari akhir tahun lalu Rp45,63 miliar. Total liabilitas tercatat senilai Rp163,19 miliar, mengalami perosotan dari akhir tahun sebelumnya Rp164,28 miliar. Jumlah aset Rp207,88 miliar, terkoreksi dari akhir 2025 senilai Rp209,91 miliar.

Pemegang Saham