EmitenNews.com -Kevin Hendrawan, content creator yang aktif di platform YouTube, berkesempatan untuk mewawancarai Sandiaga Uno pada 4 September 2020. Dengan label pengusaha sukses, Sandiaga menceritakan kisahnya dari awal merintis hingga melepas 18 jabatan Direktur Utama dan Komisaris di anak perusahaan rintisannya untuk mengikuti kontestasi pemilihan kepala daerah DKI Jakarta periode 2017 – 2022.

 

Awal mula masuk dunia usaha

Sandiaga Uno memulai usaha karena di PHK pada tahun 1997 saat krisis ekonomi, di usia 28 tahun. Saat itu dirinya memutuskan untuk membuka usaha sebagai konsultan keuangan. “Sesuatu yang saya anggap musibah waktu itu berujung satu hikmah dan akhirnya berakhir berkah. Saya memulai usaha di bidang passion saya, yaitu keuangan sebagai konsultan keuangan,”kata  Sandi mengawali ceritanya.


Usaha Sandiaga awalnya berbentuk UMKM dengan tiga karyawan.UMKM rintisannya mengalami jatuh bangun dan pada satu titik bertransformasi menjadi perusahaan investasi. “Dari awal usaha, ada jatuh bangun sampai akhirnya bertransformasi menjadi perusahaan investasi.Karena saya punya pengalaman mengelola investasi, buat saya seperti kembali ke habibat awal,” tutur Sandi.

Tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengelola investasi dengan hati-hati. Walau krisis kembali datang, itu yang membuat perusahaan Sandiaga menjadi lebih kuat. “Saya selalu menerapkan satu strategi mengelola investasi dengan penuh kehati-hatian, namun beberapa kali terterpa krisis.Namun krisis tersebut membuat kami menjadi kuat,” terangnya.

 

Tidak bisa kaya tanpa investasi

“Tidak bisa. Kalau dilihat dari net worth atau kekayaan saya, hampir 90% ada di surat berharga. Dari 90% surat berhargayang saya miliki, 75 – 80% adalah saham yang saya kembangkan sendiri,” jawab Sandi ketika ditanya apakah mampu memiliki kekayaan saat ini tanpa berinvestasi.

Sandiaga membuka informasi bahwa dirinya dan tim telah melakukan studi untuk melihat tren investasi dan menemukan sumber daya alam di Indonesia menjadi tren yang baik. “Trennya investasi di sumber daya alam di Indonesia.Dengan pengelolaan baik membawa peningkatan net worth”pungkasnya.