Sejarah, 2021 Penjualan Logam Mulia Aneka Tambang (ANTM) Melesat 44 Persen Jadi 28,28 Ton
EmitenNews.com - PT Aneka Tambang (ANTM) mencatat kinerja positif. Khususnya pertumbuhan segmen emas sepanjang tahun lalu. Itu seiring peningkatan kesadaran masyarakat dalam berinvestasi logam mulia.
Sepanjang 2021, Aneka Tambang tercatat memproduksi emas unaudited mencapai 1,69 ton. Melesat satu persen dibanding periode sama 2020 di kisaran 1,67 ton. Lalu, sukses menjual emas 29,38 ton, naik 33 persen dibanding edisi sama 2020 di kisaran 22,10 ton.
Selanjutnya, Aneka Tambang mencatat penjualan logam mulia tertinggi di pasar domestik 28,28 ton. Meroket 44 persen dari periode sama 2020 di level 19,70 ton. ”Penjualan logam mulia pasar domestik tertinggi sepanjang sejarah perseroan,” tutur Nicolas D. Kanter, Direktur Utama Aneka Tambang, Kamis (13/1).
Seiring pertumbuhan kesadaran masyarakat dalam berinvestasi emas, Aneka tambang berfokus dalam penguatan basis pelanggan logam mulia pasar domestik. Tahun lalu, perseroan mencatat pertumbuhan volume penjualan 33 persen dibanding periode sama 2020. ”Itu menunjukkan kepercayaan masyarakat atas produk logam mulia yang mengutamakan keamanan, dan memastikan setiap transaksi sesuai prosedur dengan harga resmi,” imbuhnya.
Sebagai satu-satu entitas pengolahan dan pemurnian emas bersertifikat Londo Bullion Market Association (LBMA), Aneka Tambang menjamin produk, kualitas logam mulia, keamanan, dan kenyamanan transaksi secara langsung via pembelian sistem daring, jaringan butik emas logam mulia, atau kegiatan pameran.
Penjualan komoditas emas, Aneka Tambang selalu menjual logam mulia dengan harga resmi melalui situs www.logammulia.com. Selain itu, dalam menjalankan bisnis logam mulia, Aneka Tambang melakukan sistem direct selling atau transaksi langsung kepada pelanggan atau kuasa pelanggan, dan tidak pernah melalui pihak lain.
Aneka Tambang juga senantiasa mengimbau seluruh pelanggan logam mulia, dan masyarakat untuk berhati-hati terhadap modus penipuan penjualan logam mulia yang mengatasnamakan perusahaan. (*)
Related News
Bangkit dari Rugi, Laba Phapros (PEHA) Melenting 109 Persen di 2025
Investor Waspada! Saham KRYA Anjlok 65%, Data Pengendali Simpang Siur
Laba Emiten Jasa Konstruksi NRCA Melonjak 115 Persen Sepanjang 2025
Emiten Furnitur Chitose (CINT) Raih Lonjakan Penjualan dan Laba 2025
TP Rachmat Jual 14,3 Juta Saham ESSA Senilai Rp10,8M, Harga Ikut Drop!
WINS Hentikan Buyback 2 Bulan Lebih Cepat, Ini Alasan Utamanya





