Sentimen FTSE Warnai Gerak IHSG
:
0
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - Aji Emitennews
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup menguat namun melemah secara mingguan. Kenaikan indeks itu, dikontribusikan penguatan saham sektor keuangan, kesehatan, dan bahan baku. Yield US-Treasury berlanjut naik dengan tenor 10 tahun melonjak 3 bps menjadi 4,736 persen, dan tenor 30 tahun naik lebih dari 3 bps menjadi 5.273 persen.
Harga emas spot menguat 2,3 persen menjadi USD4,619 per troy oz didorong faktor teknikal, dan pelemahan dolar Amerika Serikat (USD). Sedangkan harga minyak Brent bergerak stabil di kisaran USD94 per barel seiring adanya indikasi bahwa Iran berupaya mengakhiri konflik dengan AS. Sementara itu, AS memberlakukan tarif 50 persen terhadap produk Kanada.
Lalu, Kanada membalas dengan memberlakukan tarif balasan mulai 8 September 2026, setelah negosiasi kedua negara itu gagal. Pergerakan, prospek suku bunga global, dan imbal hasil obligasi pemerintah tenor jangka panjang akan menjadi fokus perhatian investor di tengah lompatan harga energi, pelebaran defisit anggaran, dan peningkatan penerbitan surat utang korporasi.
Investor akan mencermati Simposium Jackson Hole, terutama mengenai prospek kebijakan moneter the Fed, pandangan, dan sikapnya mengenai kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS akhir-akhir ini. Investor akan menanti data ekonomi yaitu indeks PCE prices, durable orders, dan revisi tahunan data nonfarm payrolls.
Selain itu, investor akan mencermati laporan keuangan Nvidia sebagai menjadi tolok ukur kinerja perusahaan sektor AI di tengah belanja infrastruktur dianggap berlebihan. Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,37 persen menjadi 6.525. Secara teknikal, IHSG ditutup di atas MA100, berpotensi menguji level resistance 6.630, dan menutup gap area 6.705.
Itu didukung penguatan Rupiah, dan optimisme akan prospek ekonomi. Namun, perlu diwaspadai sentimen negatif jangka pendek terhadap saham-saham yang dikeluarkan dari rebalancing indeks FTSE Global Equity Indeks. Menilik data itu, Phintraco Sekuritas menjagokan saham BBRI, CUAN, PTRO, BRPT, BRIS, dan BBTN ssebagai bahan koleksi. (*)
Related News
Astra Berkarya dan Tumbuh Bersama Indonesia
Dari Rumor Menjadi Nyata, Haji Isam Kini Genggam 30% Saham BYAN
TRIN Masuk Daftar Top Losers Sepekan, Intip Rinciannya!
Intip Top Gainers Sepekan, Ada AKKU hingga Saham HSC Ini
IHSG Menguat Tipis dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Sentuh Rp10.701T
Bittime: Empat Faktor Ini Perlu Dicermati Investor Kripto di Q4 2026





