EmitenNews.com - Pemerintah akan menggencarkan pembangunan industri elektronik dan semikonduktor dalam negeri, sebagai bagian dari rencana untuk menghentikan ekspor timah. Ini  langkah strategis pemerintah untuk memastikan pemanfaatan timah secara optimal di dalam negeri, sebagai bagian dari strategi hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

Dalam keterangannya kepada pers, seperti dikutip Senin (2/3/2026), Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung menyampaikan bahwa alasan utama penghentian ekspor timah salah satunya untuk mendukung pengembangan industri barang modal, terutama industri panel surya yang kini mulai tumbuh di dalam negeri.

"Untuk Timah, yang pertama pemerintah mendorong, industri barang modal, terutama solar panel di produksi dalam negeri. Sudah ada beberapa industri solar panel di dalam negeri, yang akan memanfaatkan Timah sebagai salah satu faktor penunjang produksinya," ujar Yuliot Tanjung.

Kebijakan ini dilakukan sebagai bagian dari strategi hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Pemerintah memastikan pemanfaatan timah secara optimal di dalam negeri.

Selain untuk sektor energi baru terbarukan, timah juga dinilai penting bagi pengembangan industri elektronik dan semikonduktor yang kini menjadi prioritas nasional.

Pengembangan semikonduktor juga tercantum dalam Agreement on Reciprocal Trade (ART) sebagai salah satu sektor strategis yang akan dikembangkan. Dengan demikian, kebutuhan bahan baku di dalam negeri harus dipastikan tercukupi.

Dalam proses ekstraksi timah, terdapat sejumlah mineral ikutan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Mineral ikutan tersebut mencakup potensi logam tanah jarang serta mineral kritis lainnya yang memiliki nilai strategis tinggi untuk industri teknologi. ***