EmitenNews.com - Tiga Sovereign Wealth Fund (SWF) luar negeri terungkap masih mengoleksi saham-saham dari Indonesia berdasarkan data kepemilikan saham di atas 1% yang diunggah Bursa Efek Indonesia (BEI) per 30 Juni 2026.

Ketiga SWF itu berasal dari Government of Norwegia, China melalui Best Investment Corporation, dan Uni Emirat Arab melalui Abu Dhabi Investment Authority.

Untuk diketahui, SWF atau Dana Kekayaan Negara merupakan sebuah lembaga investasi khusus milik pemerintah. SWF mengelola dana atau aset untuk tujuan jangka panjang demi menghasilkan keuntungan dan mendukung pembangunan ekonomi negara. Contohnya ketiga di atas, dan jika di Indonesia maka terdapat dua SWF yaitu Indonesia Investment Authority (INA) dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Lantas, saham apa saja yang dikoleksi SWF negara-negara tersebut?

Pertama, SWF Norwegia, sekaligus menjadi yang terbanyak mengoleksi saham-saham RIRI, yaitu:

1. AKR Corporindo Tbk (AKRA), mengantongi sebesar 2,90 persen saham atau setara 581,7 juta lembar.
2. PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) dengan jumlah 206,3 juta lembar saham atau persentasenya mencapai 2,68 persen.
3. PT Sentul City Tbk (BKSL) sebanyak 1,99 miliar lembar saham, atau jika dipersentase sebesar 1,19 persen.
4. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) dengan mengenggam 365,2 juta lembar saham atau sebesar 1,45 persen.
5. PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) dengan menggenggam 109,1 juta helai atau setara 1,49 persen.
6. PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) dengan genggaman saham sebesar 50,3 juta lembar atau setara 1,36 persen.
7. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dengan menggenggam 260,5 juta lembar saham atau setara 1,23 persen.
8. PT Ciputra Development Tbk (CTRA) sebesar 380,6 juta helai saham atau setara 2,05 persen.
9. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dengan genggaman 272,3 juta helai saham atau setara 1,71 persen.
10. PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA) sebesar 280,1 juta lembar atau setara 1,63. persen.
11. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan genggaman saham sebesar 280,1 juta saham atau setara 1,14 persen.
12. PT Jababeka Tbk (KIJA) sebesar 297,4 juta saham atau setara 1,43 persen.
13. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dengan menggenggam 583,7 juta lembar saham atau setara 1,25 persen.
14. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dengan mengantongi sebesar 178,9 juta lembar saham atau setara 1,08 persen.
15. PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) sebesar 402,7 juta lembar atau setara 1,20 persen.
16. PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) menggenggam 326,3 juta helai atau setara 2,35 persen.
17. PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) dengan menggenggam 45 juta lembar atau setara 1,03 persen.
18. PT Mastersystem Infotama Tbk (MSTI) dengan jumlah sebesar 45,3 juta lembar atau setara 1,45 persen.
19. PT Mayora Indah Tbk (MYOR) yang digenggam sahamnya sebesar 345,6 juta lembar atau setara 1,55 persen.
20. PT Panin Financial Tbk (PNLF) dengan genggaman sebesar 420 juta lembar atau setara 1,31.persen.
21. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) dengan jumlah 222,1 juta lembar atau setara 1,35 persen.
22. PT Timah Tbk (TINS) dengan jumlah sebesar 93,5 juta lembar atau setara 1,26 persen.
23. PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dengan jumlah saham digenggam 82 juta lembar atau setara 1,54 persen.

Sementara itu, baik Uni Emirat Arab maupun China hanga menggenggam satu saham RI. Yakni, SWF Uni Emirat Arab (UEA) tercatat menggenggam 3.468.164.504 lembar saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau setara 4,15 persen, dan SWF China tercatat memiliki 86.324.256 lembar saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau setara 1,28 persen.