EmitenNews.com - PT Data Sinergitama Jaya Tbk (ELIT) menargetkan capital expenditure atau modal belanja perseroan sebesar Rp55 miliar untuk tahun 2026. Dari jumlah tersebut sebesar 52 persen telah terealisasi dengan 10-15 persen di antaranya dialokasikan untuk kebutuhan maintenance.

Setelah berhasil ekspansi ke pasar Asia khususnya di Malaysia, manajemen ELIT juga tengah membidik pasar Eropa yang diklaim terdapat potensi pertumbuhan pesat hingga tahun 2030.

Direktur Utama Elitery (ELIT), Kresna Adiprawira mengatakan saat ini AI market size di Indonesia telah mencapai USD18,5 miliar. Sedangkan untuk Malaysia AI market mencapai USD1,13 miliar dan potensi AI market size di Eropa mencapai USD65,48 miliar.

"Kemudian memang kami sekarang sedang berbicara dengan beberapa potensi partner di Eropa, khususnya Eropa Barat. Dari empat mitra yang kami temui, masalahnya sama, mereka kesulitan mencari sumber daya manusia untuk membantu operasional cloud dan cybersecurity mereka. Nah, bagi kami, ini adalah sebuah opportunity yang sangat baik," kata Kresna dalam public expose ELIT di Jakarta, Rabu (17/6).

Kresna melanjutkan, perseroan juga telah menyiapkan sejumlah strategi untuk efisiensi biaya di tengah rencana ekspansi tersebut. Salah satunya dengan mengoptimalkan operasional teknis yang berpusat di Indonesia atau Malaysia. Karena menurutnya, partner atau tim di Eropa hanya membutuhkan sales dan solution architect.

Seiring dengan rencana tersebut, perseroan juga mengoptimalkan pertumbuhan usaha anorganik, seperti proses akuisisi yang telah dijalankan di Malaysia. Hal itu dilakukan seiring dengan mengoptimalkan lini usaha yang menjadi signature perseroan di layanan managed services dan solusi cloud hingga cybersecurity.

"Kalau terkait inovasi dan diversifikasi, tentunya fokus utama kita adalah tadi sebagai AI first company. Jadi saat ini internally, saya juga sudah sampaikan, kita sudah fokus untuk mengimplementasikan AI di internalized process kami. Yang tentunya dengan pengalaman ini kami akan implementasikan di customer-customer kami," tutur Kresna.

Sejalan dengan itu, Kresna juga optimistis menghadapi dinamika di tahun 2026 dengan keunggulan yang dimiliki perseroan.

"Dengan berbekal pengalaman menangani sistem mission critical sejak 2011, Elitery fokus pada akselerasi teknologi kecerdasan buatan (AI) melalui platform seperti Elipedia, Elitementor dan penguatan layanan keamanan siber yang proaktif. Inovasi ini didukung oleh status Perseroan sebagai satu-satunya mitra lokal di Indonesia yang memiliki sertifikasi Google Cloud Managed Service Provider (MSP) dan Managed Security Services Provider (MSSP)," ungkapnya.

Sementara itu, dari sisi kinerja keuangan Wakil Direktur ELIT Frans Sulendra menyampaikan, sepanjamg 2025 Elitery mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 30,35% secara tahunan (YoY) menjadi Rp33,72 miliar.