SIG Tuban Gunakan 400 Ton Sekam Per Hari untuk Bahan Bakar
:
0
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengoptimalkan penggunaan biomassa sebagai bahan bakar alternatif dalam proses produksi semen di Pabrik Tuban. (Foto: SIG)
EmitenNews.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengoptimalkan penggunaan biomassa sebagai bahan bakar alternatif dalam proses produksi semen di Pabrik Tuban, Jawa Timur. Langkah ini dilakukan untuk menekan ketergantungan pada energi fosil sekaligus mengurangi emisi dalam operasional industri nasional.
Di antara jenis biomassa yang digunakan, sekam padi menempati porsi konsumsi terbesar yang mencapai 400 ton per hari di SIG Pabrik Tuban. Selain sekam padi, jenis biomassa lain yang dimanfaatkan meliputi cocopeat, bonggol jagung, serbuk gergaji, hingga ampas tebu. Pasokan sekam tersebut diperoleh dari petani dan 10 perusahaan penggilingan padi di kawasan Tuban, Lamongan, Bojonegoro, dan Rembang.
Direksi perseroan mengonfirmasi bahwa penggunaan energi alternatif ini selaras dengan target keberlanjutan perusahaan. Penggunaan biomassa membantu Perusahaan mendapatkan sumber energi alternatif untuk meningkatkan keandalan operasi dan memperkuat inisiatif semen hijau yang rendah emisi.
"Di saat yang bersamaan, langkah strategis ini turut menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya para petani dan perusahaan penggilingan padi," ujar Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra di Tuban, Minggu (27/9).
Indrieffouny menambahkan bahwa penerapan biomassa dalam proses produksi merujuk pada Sustainability Roadmap SIG 2030 sebagai panduan strategi industri hijau menuju target emisi nol bersih (Net Zero Emission).
Dari sisi rantai pasok lokal, PT Pionir Nusantara Sukses menjadi salah satu mitra yang menyuplai sekitar 2.500 hingga 3.000 ton sekam padi per bulan ke SIG Pabrik Tuban. Direktur Pionir Nusantara Sukses Irsan Yanuardi mencatat, sejak awal 2025 hingga saat ini total pasokan sekam padi dari perusahaannya ke SIG Pabrik Tuban telah mencapai sekitar 20.000 ton.
Pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan bakar industri di Jawa Timur ini memberikan dampak ekonomi langsung bagi ekosistem pertanian lokal di Indonesia. Sinergi ini sekaligus membuktikan peran sektor manufaktur dalam menyerap limbah domestik untuk mendukung transisi energi ramah lingkungan.(*)
Related News
TelkomGroup dan Danantara Siapkan Data Center, Kapasitas Hingga 1 GW
Pemanfaatan AI BUMN Bakal Telan 70% Kapasitas Data Center
Aprlikasi Trading HSB Investasi Sentuh 17 Juta Unduhan
Reformasi TOPIX, Bursa Efek Tokyo Pangkas Konstituen Jadi 900
DPR-Pemerintah Sepakat Pangkas Subsidi Energi 2027 Rp11,4 Triliun
Ikon Mode Seibu Shibuya Tutup Usai 58 Tahun Beroperasi





