EmitenNews.com - Jumlah perusahaan yang berada dalam pipeline initial public offering (IPO) bertambah dua. Dari semula terdapat 7 perusahaan, kini menjadi 9 perusahaan tengah antre IPO Bursa Efek Indonesia (BEI) per 23 Oktober 2026.

Dari sembilan perusahaan tersebut, 1 perusahaan beraset skala kecil, 5 perusahaan beraset skala menengah, dan 3 perusahaan beraset skala besar.

Lalu berdasarkan sektornya, sembilan perusahaan yang berada dalam pipeline berasal dari basic materials 2 perusahaan, energy 2 perusahaan, financials 1 perusahaan, dan healthcare 4 perusahaan.

Sementara sektor lainnya, seperti consumer cyclicals, consumer non-cyclicals, industrials, infrastructures, properties & real estate, technology, dan transportation & logistic masih nihil.

Sepi IPO

Sejak awal tahun, perusahaan yang berhasil mencatatkan sahamnya di BEI hanya 7 perusahaan dengan total dana dihimpun mencapai Rp2,16 triliun.

Jumlah perusahaan yang melantai dan berada dalam pipeline IPO tahun 2026 termasuk lebih sedikit dibanding catatan lima tahun ke belakang.

Pada 2020 misalnya terdapat 51 perusahaan menggelar IPO, tahun 2021 sebanyak 54 IPO, tahun 2023 sebanyak 59 IPO, tahun 2023 terdapat 79 IPO, tahun 2024 terdapat 41 IPO, dan tahun 2025 terdapat 26 perusahaan menggelar IPO.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta menilai, pipeline IPO BEI yang masih di bawah 10 perusahaan dipengaruhi beragam aspek. Di antaranya tekanan terhadap pasar modal Indonesia sejak awal 2026 oleh MSCI.

Bahkan, teranyar MSCI membuka usulan penurunan klasifikasi pasar Indonesia dari Emergin Market ke Standalone Market pada 16 Oktober 2026 lalu.