EmitenNews.com - PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) terus memperkuat fondasi bisnisnya pada semester I-2026 melalui penguatan struktur pendanaan dan optimalisasi portofolio usaha. Strategi tersebut mendorong pertumbuhan dana murah (CASA) sekaligus memperkokoh kapasitas perseroan untuk ekspansi jangka panjang.

Hingga akhir Juni 2026, saldo current account and savings account (CASA) meningkat 37,4% secara tahunan menjadi Rp60,1 triliun. Rasio CASA pun naik menjadi 47,5%, dari 39,8% pada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan dana murah tersebut didorong peningkatan dana dari segmen korporasi dan komersial, usaha kecil dan menengah (UKM), serta ritel.

Di segmen UKM, pertumbuhan CASA turut didukung peningkatan penggunaan TOUCHBIZ, platform digital yang membantu pelaku usaha mengelola aktivitas keuangan.

Direktur Utama SMBC Indonesia, Henoch Munandar, mengatakan penguatan CASA menjadi bagian penting dari strategi membangun struktur pendanaan yang lebih sehat dan efisien.

"Penguatan CASA merupakan bagian penting dari upaya kami untuk membangun struktur pendanaan yang semakin sehat dan efisien. Dengan likuiditas yang tetap kuat, kami memiliki fleksibilitas yang lebih besar untuk mendukung kebutuhan nasabah sekaligus memperkuat kapasitas Perseroan dalam mengembangkan bisnis secara berkelanjutan," ujar Henoch dalam keterangannya, Jumat (31/7/2026).

Selain memperkuat pendanaan, SMBC Indonesia juga menjalankan langkah strategis melalui tahap pertama pengalihan portofolio kredit pensiun kepada PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas layanan kepada nasabah sekaligus memberikan ruang bagi perseroan mengalokasikan modal ke segmen bisnis yang memiliki prospek pertumbuhan lebih tinggi.

Hingga akhir semester I-2026, penyaluran kredit konsolidasi mencapai Rp185,3 triliun, ditopang pertumbuhan kredit korporasi dan komersial sebesar 12,8%, segmen digital savvy melalui Jenius sebesar 9,9%, pembiayaan BTPN Syariah sebesar 8,7%, serta pembiayaan Grup OTO yang meningkat 5,8%.

Di sisi profitabilitas, SMBC Indonesia membukukan laba bersih konsolidasi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,4 triliun, naik 40,3% dibandingkan semester I-2025, termasuk kontribusi dari pengalihan portofolio kredit pensiun. Sementara laba bersih bank only tumbuh 86% menjadi Rp1,07 triliun.

Perseroan juga mempertahankan struktur permodalan yang kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 30,7%, memberikan ruang yang memadai untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan.