Solusi Bangun Indonesia (SMCB) Kantongi Laba Mengembung 29 Persen Jadi Rp594 Miliar
:
0
EmitenNews.com—PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) mencatat kenaikan pendapatan dan laba bersih hingga September 2022. Perseroan mencatat laba periode berjalan naik 29,40 persen menjadi Rp 594,13 miliar hingga September 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 459,11 miliar.
Emiten semen ini membukukan pendapatan Rp 9,09 triliun hingga September 2022. Pendapatan tersebut naik 12,5 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 8,07 triliun.
Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Solusi Bangun Indonesia Tbk membukukan beban pokok pendapatan bertambah 16,58 persen menjadi Rp 7,01 triliun hingga kuartal III 2022. Beban pokok pendapatan pada periode sama tahun lalu Rp 6,01 triliun. Laba kotor naik tipis 0,65 persen dari Rp 2,06 triliun hingga kuartal III 2021 menjadi Rp 2,08 triliun hingga kuartal III 2022.
Beban usaha distribusi dan penjualan naik menjadi Rp 747,05 miliar hingga September 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 705,96 miliar. Beban umum dan administrasi turun menjadi Rp 273,57 miliar hingga September 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 278,49 miliar.
Perseroan membukukan laba selisih kurs naik menjadi Rp 13,30 miliar hingga kuartal III 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,02 miliar. Dengan melihat kondisi tersebut.
Solusi Bangun Indonesia (SMCB) mencatat laba per saham dasar dan dilusi naik menjadi Rp 66 hingga September 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 58.
Total ekuitas naik menjadi Rp 11,56 triliun hingga September 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 11,18 triliun. Total liabilitas turun menjadi Rp 10,14 triliun hingga September 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 10,30 triliun.
Aset naik menjadi Rp 21,71 triliun hingga September 2022 dari Desember 2021 senilai Rp 21,49 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 269,60 miliar hingga September 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 290,56 miliar.
Related News
SCPI Go Private, Pengendali Tawar Saham Publik Rp100 Ribu per Lembar
Deretan Top Gainers di Tengah IHSG yang Merah, Apa Saja?
Komisaris Multitrend Indo (BABY) Borong 2,17 Juta Saham, Ini Sosoknya
Kinerja Memburuk, Tiga Pentolan Ini Lepas Jutaan Saham BYAN
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA





