Steady Safe (SAFE) Dicap Saham HSC, Cek Alasan dan Daftar Lengkapnya
:
0
Emiten bus Transjakarta, PT Steady Safe Tbk (SAFE) resmi menyandang status High Shareholding Concentration (HSC) dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Transjakarta
EmitenNews.com - PT Steady Safe Tbk (SAFE) resmi menyandang status High Shareholding Concentration (HSC) dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Emiten bus Transjakarta itu dicap HSC oleh BEI pada Jumat (4/9/2026).
Direktur BEI, Yulianto Aji Sadono menerangkan bahwa berdasarkan metodologi penentuan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi (HSC) atas struktur kepemilikan saham warkat dan tanpa warkat, saham SAFE dimiliki segelintir pihak mencapai 98,14 persen.
Penetapan HSC tersebut didasarkan pada perhitungan BEI per 2 September 2026, yang menyebutkan terdapat sejumlah pemegang saham tertentu menguasai secara agregat porsi saham SAFE lebih dari 90 persen.
“Saham Perseroan dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 98,14% dari total Saham dalam bentuk Warkat dan Tanp Warkat SAFE,” tulis Aji Sadono, dikutip Sabtu (5/9).
Kendati demikian, BEI juga mengatakan bahwa pengumuman HSC tidak serta merta mengindikasikan adanya pelanggaran yang terjadi di bidang pasar modal.
“Pengumuman ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di bidang Pasar Modal,” tutup BEI.
Maka, dengan dikenakannya cap HSC kepada saham SAFE, kini jumlah saham HSC yang telah ditetapkan BEI menjadi 58 saham. Yaitu;
- PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) - 99,99%
- PT DCI Indonesia Tbk (DCII) - 99,96%
- PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) - 99,95%
- PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) - 99,95%
- PT Golden Flower Tbk (POLU) - 99,94%
- PT Soho Global Health Tbk (SOHO) - 99,93%
- PT Bank Permata Tbk (BNLI) - 99,92%
- PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) - 99,91%
- PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) - 99,85%
- PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) - 99,84%
- PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) - 99,78%
- PT FAP Agri Tbk (FAPA) - 99,77%
- PT Ifishdeco Tbk (IFSH) - 99,77%
- PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) - 99,58%
- PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) - 99,42%
- PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT) - 99,41%
- PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) - 99,24%
- PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE) - 99,21%
- PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) - 99,14%
- PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) - 98,90
- PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL) - 98,62%
- PT Bayan Resources Tbk (BYAN) - 98,50%
- PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING) - 98,40%
- PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) - 98,35%
- PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) - 98,06%
- PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) - 98,03%
- PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) - 97,75%
- PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII) - 97,62%
- PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG) - 97,35%
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) - 97,31%
- PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) - 97,21%
- PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) - 97,02%
- PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) - 96,70%
- PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) - 96,09%
- PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) - 95,94%
- PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) - 95,82%
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) - 95,76%
- PT Bank Mega Tbk (MEGA) - 95,68%
- PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) - 95,65%
- PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) - 95,35%
- PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) - 95,08%
- PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) - 95,00%
- PT Siantar Top Tbk (STTP) - 94,95%
- PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) - 94,79%
- PT Kota Satu Properti Tbk (SATU) - 94,27%
- PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) - 94,10%
- PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) - 93,83%
- PT Mahkota Group Tbk (MGRO) - 93,76%
- PT MD Entertainment Tbk (FILM) - 92,98%
- PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) - 92,71%
- PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) - 96,64%
- PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) – 99,32%
- PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) – 98,21%
- PT Bukit Darmo Tbk (BKDP) - 95,45%
- PT Saranacentral Tbk (BAJA) - 93,89%
- PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) - 94,31%
- PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR) - 94,95%
- PT PT Steady Safe Tbk (SAFE) - 98,14%
Related News
Resmi jadi Gubernur BI, Destry Damayanti Jalankan Prinsip 3I Plus S
IPO Swayasa (SWAP) Ditunda Imbas Belum Turunnya Izin Efektif OJK
BEI Jadwalkan Ulang Floor Price Saham Rp1, ARA–ARB, & Evaluasi FCA
Penilaian LPS, Simpanan Nasabah BPR Arfindo Layak Bayar Rp271 Miliar
Jajaki Akses Pasar Modal Lintas Negara, BEI-Alpaca Berkolaborasi
Sempat Dilarang OJK, BEI Siap Buka Akses Beli Saham Emiten Bursa Asing





