Stop Impor Solar, B50 Diluncurkan Usai Tahapan 10 Tahun Terlewati
:
0
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia. Dok. TVOnenews.
EmitenNews.com - Pemerintah meluncurkan Bahan Bakar Minyak (BBM) Solar dengan campuran minyak sawit sebesar 50% atau biodiesel B50. Ini peluncuran peningkatan pemanfaatan biodiesel dari Fatty Acid Methyl Ester (FAME) menjadi 50% dari sebelumnya 40% atau B40 yang sudah dijalankan sejak awal 2025. Untuk sampai pada tahapan ini, Indonesia sudah menyiapkannya sejak 10 tahun lalu, tiga tahun di antaranya berupa uji coba.
Secara resmi Presiden Prabowo Subianto meluncurkan BBM pengganti solar, atau B50 itu, di SPBU Pertamina, Rest Area KM 57, Tol Jakarta-Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Kamis (9/7/2026).
"Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, pada siang ini, Senin 9 Juli 2026, saya Prabowo Subianto Presiden Indonesia dengan ini saya luncurkan biodiesel B50," tutup Prabowo Subianto dalam peresmiannya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa implementasi mandatori biodiesel B50 ini akan menghemat devisa negara sebesar Rp170 triliun. Itu berarti ada kenaikan dari Rp133,3 triliun dari penerapan kebijakan B40 sejak awal 2025.
"Dengan implementasi B50 ini kita tidak impor Solar lagi, ini pertama kali. Ini bukan pekerjaan mudah. Tahapannya maksimal 10 tahun, itu pun 3 tahun baru uji coba. Tapi perintah Presiden bagaimana caranya B50 harus kita maknai. Ini soal kedaulatan kemandirian bangsa untuk energi," tutur Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat menyampaikan laporan terkait BBM B50 di hadapan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Bahlil, penghematan devisa kita Rp133 triliun pada B40. Dengan B50 ternyata hemat devisa Rp170 triliun. Jadi, dari B40-B50 memberikan nilai tambah industri CPO menjadi Rp23,49 triliun dari Rp 20,92 triliun pada B40. Penyerapan tenaga kerja naik jadi 2,1 juta orang dengan B50, dan lebih dari itu untuk penurunan emisi gas CO2.
"B50 bukan hanya bahan bakar fosil dan nabati, tapi keputusan untuk rakyat bahwa Indonesia bisa berdiri di atas sumber daya sendiri," tegas Ketua Umum Partai Golkar itu.
Bahlil membeberkan data kebutuhan biodiesel atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME) untuk B50 ini naik menjadi 16,7-18 juta kilo liter, naik dari kebutuhan saat B40 yang sebesar 14,9 juta kl.
Dari sisi kebutuhan minyak sawit (CPO) naik menjadi 15,2-16,3 juta ton saat B50, dari 13,6 juta ton pada saat B40.
Lalu, dari sisi penurunan emisi gas rumah kaca, penerapan B50 akan menurunkan emisi CO2 sebesar 44,46 juta ton CO2 dari 39,66 juta ton CO2 pada saat B40.
Related News
Bahas RUU Perampasan Aset, Komisi III DPR Soroti Soal Abuse Of Power
Terkait Kasus Korupsi, Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur
Prabowo Luncurkan B50 Pengganti Solar, Bahlil Hemat Devisa Rp170T
Lelang Mobil Dinas DPR, Harga Pembukaan Mulai Rp92 Juta
Kolaborasi dengan IPB, Lampung Barat Optimalkan Potensi Kopi Via OVOC
Bawa Solusi, PNM Buka Peluang Kerja Lulusan SMA Keluarga Prasejahtera





