Suku Bunga Sudah Tinggi, Mirae Asset: Prospek Investasi Obligasi Menjanjikan

Di antara beberapa jenis obligasi, untuk saat ini Rully menilai bahwa obligasi tenor menengah-panjang akan cenderung lebih aman karena potensi fluktuasi pasar masih cukup tinggi mengingat ketidakpastian ekonomi global juga masih tinggi.
“Karena itu, guna menghindari risiko gejolak pasar pada obligasi tenor pendek, kami menyarankan berinvestasi pada tenor menengah-panjang, atau artinya di atas 3 tahun.”
Rully memprediksi tahun ini akan menjadi tahunnya investasi obligasi mengingat berakhirnya siklus pengetatan moneter di dalam negeri. Sementara itu di luar negeri, khususnya AS, siklus pengetatan moneter kemungkinan akan berakhir pada semester I 2023. Kondisi fundamental makroekonomi dan perbankan yang masih kuat, serta tingkat imbal hasil yang kompetitif mendorong daya tarik pasar obligasi di Indonesia.
Related News

IHSG Tumbang 2,27 Persen di Sesi I, Hampir Semua Sektor Berdarah-darah

Apresiasi Komitmen Investasi, Kemenperin Dukung Akademi Apple

IKI Agustus 2025 Menguat 0,66 Persen ke Angka 53,55

BI Turunkan Suku Bunga, Modal Bank Kokoh, Keuangan RI Makin Kuat

Harga Emas Antam Terus Melaju Rp20.000 per Gram

Kemendag Upayakan Negosiasi Tarif AS Rampung Kuartal Ketiga 2025