EmitenNews.com - Laboratorium Analitik Sulung Research Station (SRS) terus menunjukkan kelasnya. Bagian dari lembaga penelitian PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), Citra Borneo Indah (CBI) Group itu, berhasil mempertahankan sertifikasi akreditasi International Organization for Standardization (ISO) 17025:2017 pada reakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional pada tahun 2020.
Dalam keterangannya kepada EmitenNews.com, Jumat (2/4/2021), Head of Research PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), Fizrul Indra Lubis mengatakan, sertifikat sebagai Laboratorium Penguji dengan nomor akreditasi LP-1056-IDN sejak 2016 itu, ditetapkan pada 24 Februari 2021. Penetapannya berdasarkan keputusan hasil rapat Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan akan berlaku selama 5 (lima) tahun yaitu hingga 22 November 2025.
“Ini bukti keseriusan manajemen PT SSMS dalam mengutamakan kualitas, untuk kepuasan pelanggan, dan masyarakat pada umumnya,” kata Indra Lubis.
Pada era globalisasi seperti sekarang ini, jaminan akan mutu hasil pengujian sangat diperlukan. Untuk itu, peranan laboratorium seperti SRS ini, sangat menentukan dalam proses pengendalian dan penjaminan mutu. Untuk mencapai keseragaman hasil analisis antarlaboratorium, dibutuhkan suatu standar bersifat internasional yang mencakup sistem mutu dan teknis yang baik. Salah satunya adalah standar ISO/IEC 17025 yang diraih SRS tersebut.
Dengan keberhasilan mempertahankan status akreditasi itu, Laboratorium Analitik SRS telah membuktikan komitmen, konsistensi dan kompetensinya dalam mengimplementasikan ISO 17025 dalam setiap kegiatan di laboratorium. Hal ini juga berarti bahwa Laboratorium SRS telah memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan dan diakui secara internasional.
Related News
Pacu Kerja Sama Digital, ZTE dan Telkom Teken MoU
SCPI Go Private, Pengendali Tawar Saham Publik Rp100 Ribu per Lembar
Deretan Top Gainers di Tengah IHSG yang Merah, Apa Saja?
Komisaris Multitrend Indo (BABY) Borong 2,17 Juta Saham, Ini Sosoknya
Kinerja Memburuk, Tiga Pentolan Ini Lepas Jutaan Saham BYAN
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026





