EmitenNews.com - Super Bank Indonesia (SUPA) sepanjang kuartal pertama 2026 membukukan laba bersih Rp78,19 miliar. Melangit 31.051 persen dari episode sama tahun lalu hanya Rp251 juta. So, dengan hasil tersebut, laba per saham dasar dan dilusian emiten Grup Emtek tersebut menjadi Rp2,3 dari sebelumnya Rp0,01. 

Pendapatan bunga bersih Rp503,32 miliar, melejit 91,39 persen dari posisi sama tahun lalu Rp262,98 miliar. Itu terdiri dari pendapatan bunga Rp724,64 miliar, melonjak dari Rp366,45 miliar. Beban bunga Rp221,32 miliar, bengkak dari Rp103,46 miliar. Jumlah pendapatan operasional Rp26,39 miliar, melonjak dari Rp19,51 miliar. 

Itu terdiri dari pendapatan provisi dan komisi Rp16,1 miliar, turun dari Rp18,04 miliar. Keuntungan dari penjualan efek-efek untuk tujuan investasi Rp10,28 miliar, melejit dari Rp1,43 miliar. Total beban operasional Rp429,34 miliar, bengkak dari Rp282,25 miliar. Beban umum dan administrasi Rp183,95 miliar, bengkak dari Rp126,91 miliar.

Beban tenaga kerja Rp119,71 miliar, bengkak dari posisi sama tahun lalu senilai Rp98,67 miliar. Beban kerugian penurunan nilai aset keuangan Rp125,67 miliar, bengkak dari episode sama 2025 senilai Rp55,43 miliar. Jumlah ekuitas Rp8,1 triliun, mengalami penyusutan dari Rp8,16 triliun. 

Defisit Rp767,94 miliar, mengalami penyusatan dari akhir tahun sebelumnya Rp846,12 miliar. Jumlah liabilitas Rp15,85 triliun, bengkak dari akhir 2025 senilai Rp13,11 triliun. Jumlah aset Rp23,95 triliun, mengalami peningkatan dari akhir tahun lalu sebesar Rp21,28 triliun. (*)