EmitenNews.com - Bank Tabungan Negara (BBTN) menyandang peringkat idAAA/Stable dari Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Rating tertinggi itu disematkan Pefindo menyusul performa, dan laporan keuangan per 31 Desember 2022, dan 31 Maret 2023.
Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan prestasi itu, merupakan apresiasi atas kerja keras dalam meningkatkan kinerja, terutama usai era pandemi. ”Predikat itu, merupakan catatan bersejarah bagi BTN karena kali pertama merengkuh peringkat tertinggi Pefindo idAAA. Kami akan terus meningkatkan kinerja untuk mendukung pencapaian target bisnis, dan penyediaan rumah bagi masyarakat Indonesia," tutur Nixon akhir pekan lalu, di Jakarta.
Pefindo menyematkan peringkat idAAA kepada BTN atas data dan laporan keuangan per 31 Maret 2023, dan 31 Desember 2022. BTN juga dinilai Pefindo sebagai perusahaan dengan kemampuan superior untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang dibanding obligor Indonesia lainnya. ”Obligor berperingkat idAAA merupakan peringkat tertinggi yang diberikan Pefindo," tulis Irmawati, Direktur Utama Pefindo.
Sementara itu, BTN tahun ini juga mencatat kenaikan peringkat Fitch dari AA menjadi AA+. BTN menyandang prospek stabil atas dukungan kuat Pemerintah, dan peran perseroan dalam perekonomian Indonesia. Fitch Rating memaparkan kenaikan peringkat nasional BTN didorong posisi perseroan menduduki peringkat kelima sebagai bank komersial dengan aset terbesar Indonesia.
Posisi tersebut, menurut Fitch, membuat Pemerintah cenderung memberi dukungan diperlukan BTN. Terlebih perseroan berperan krusial dalam program Pemerintah untuk perumahan lebih terjangkau. ”Bentuk dukungan kuat pemerintah terhadap BTN itu, juga ditunjukkan partisipasi dalam right issue. Di mana, BTN meraup Rp4,13 triliun,” ungkap Fitch dalam laporannya.
Dalam laporan itu, Fitch membeber, BTN bercita-cita sebagai Best Mortgage Bank in South East Asia memiliki peran sangat sulit digantikan. ”Selain itu, BTN juga melakukan sinergi berkelanjutan dengan entitas terkait pemerintah, maka pemerintah akan terus mendukung BTN,” tulis Fitch. (*)
Related News
Bangkit dari Rugi, Laba Phapros (PEHA) Melenting 109 Persen di 2025
Investor Waspada! Saham KRYA Anjlok 65%, Data Pengendali Simpang Siur
Laba Emiten Jasa Konstruksi NRCA Melonjak 115 Persen Sepanjang 2025
Emiten Furnitur Chitose (CINT) Raih Lonjakan Penjualan dan Laba 2025
TP Rachmat Jual 14,3 Juta Saham ESSA Senilai Rp10,8M, Harga Ikut Drop!
WINS Hentikan Buyback 2 Bulan Lebih Cepat, Ini Alasan Utamanya





