Tabulasi Laba Rp10,68 Triliun, Ini Kata Bos INDF
:
0
Indofood Tower tampak bercahaya pada malam hari. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indofood (INDF) sepanjang 2025 mentabulasi laba bersih Rp10,68 triliun. Melonjak 23,61 persen dari episode sama tahun sebbelumnya Rp8,64 triliun. Menyusul hasil itu, laba per saham dasar Grup Salim tersebut menjadi Rp1.217 dari sebelumnya Rp984.
Penjualan bersih Rp123,49 triliun, mengalami lonjakan 6,66 persen dari posisi sama tahun sebbelumnya Rp115,78 triliun. Beban pokok penjualan Rp82,3 triliun, bengkak dari periode sama akhir tahun 2024 sebesar Rp75,65 triliun. Laba kotor terkumpul Rp41,19 triliun, tumbuh tipis dari Rp40,13 triliun.
Beban penjualan dan distribusi Rp12,59 triliun, bertambah dari Rp12,25 triliun. Beban umum dan administrasi Rp5,24 triliun, bengkak dari Rp5,04 triliun. Rugi dari nilai wajar aset biologis Rp135,49 miliar, drop dari laba Rp317,74 miliar. Penghasilan operasi lain Rp1,99 triliun, melejit dari Rp1,18 triliun.
Beban operasi lain Rp644,68 miliar, menciut dari Rp1,25 triliun. Laba usaha Rp24,56 triliun, bertambah dari Rp23,08 triliun. Penghasilan keuangan Rp1,66 triliun, susut dari Rp1,77 triliun. Beban keuangan Rp5,97 triliun, susut dari Rp6,19 triliun. Pajak final atas penghasilan bunga Rp247,9 miliar, turun dari Rp268,56 miliar.
Laba tahun berjalan Rp15,55 triliun, melejit dari Rp13,07 triliun. Total ekuitas Rp120,23 triliun, melonjak dari Rp108,99 triliun. Jumlah liabilitas Rp97,74 triliun, bengkak dari akhir tahun sebelumnya Rp92,72 triliun. Total aset Rp217,98 triliun, melejit dari akhir 2024 senilai Rp201,71 triliun.
Anthoni Salim, Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood, mengatakan di tengah kondisi makroekonomi penuh tantangan, Indofood tetap berada pada posisi baik dengan membukukan pertumbuhan penjualan, dan profitabilitas didukung model bisnis terintegrasi secara vertikal. ”Selanjutnya, kami akan terus fokus pada pertumbuhan berkelanjutan, tetap menjaga keseimbangan antara pangsa pasar, tingkat profitabilitas, dan mempertahankan posisi neraca sehat,” tegasnya. (*)
Related News
Investasi Pribadi Presdir Rudy di Saham ASII, Belanjakan Rp20,2 Miliar
Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis Infrastruktur CDIA
Lepas Saham MPRO Senilai Rp474M, Taipan Ini Masih Kuasai 10,46 Persen
Dalam 13 Bulan Terus Lepas Saham, Bobby Gafur Tetap Pengendali OASA
UNTR Bagi Dividen Interim Rp430 per Helai, Pantau Jadwal Cum Dividen
DADA Beri Santunan Dividen, Total Rp2 Miliar, Per Helai Berapa?





