Tamat Sudah Nasib Sritex
:
0
Aktivitas PT Sri Rejeki Isman (Sritex). Dok. Sritex.
EmitenNews.com - Tamat sudah nasib Sritex. Rapat kreditur dalam kepailitan PT Sri Rejeki Isman (Sritex) menyepakati tidak dilaksanakan keberlanjutan usaha atau going concern. Itu berarti, setelah keberlanjutan usaha gagal dijalankan, selanjutnya dilakukan pemberesan utang. Konsekuensinya, belasan ribu karyawan otomatis mengalami PHK. Berakhir sudah kejayaan pabrik tekstil yang pernah disebut terbesar di Asia Tenggara itu.
Dalam rapat kreditur kepailitan PT Sritex di Semarang, Jumat (28/2/2025), Hakim Pengawas Pengadilan Niaga Semarang, Haruno Patriadi, menyatakan, kesepakatan itu diambil berdasarkan atas kondisi-kondisi yang telah disampaikan oleh kurator maupun debitur pailit.
Jadi, going concern tidak dimungkinkan dengan kondisi yang telah dipaparkan oleh kurator maupun debitur pailit. Hakim pengawas menyatakan Sritex sebagai debitur pailit dalam kondisi insolven atau tidak memiliki cukup dana untuk melunasi utang.
Kurator dalam kepailitan PT Sritex, Denny Ardiansyah, mengatakan keputusan tidak ada keberlanjutan usaha didasarkan atas waktu 21 hari yang diberikan untuk berembug dengan debitur pailit. Kata dia, hasil pertemuan dengan debitur sudah disampaikan tidak ada going concern.
Terdapat beberapa pertimbangan untuk tidak melanjutkan usaha PT Sritex. Di antaranya, tidak ada modal kerja, kebutuhan tenaga kerja, biaya produksi tinggi, hingga dikhawatirkan justru akan mengakibatkan kerugian harta pailit.
Setelah putusan itu, selanjutnya kurator akan melakukan eksekusi terhadap harta pailit untuk dilakukan penaksiran harga oleh akuntan independen. Harta pailit yang sudah ditaksir harganya, akan dilelang untuk melunasi pembayaran utang.
Dalam rapat kreditur, kurator telah menyampaikan daftar harta pailit yang telah ditelusuri dan dicatat.
Sementara itu, kepada pers, di Semarang, Jumat (28/2/2025), Direktur Utama PT Sritex Iwan Kurniawan Lukminto mengatakan hasil rapat kreditur ini memang tidak sesuai dengan kata hati yang diharapkan. Namun, sebagai warga negara yang taat hukum, dia menghormati putusan pengadilan.
Iwan juga menegaskan akan kooperatif dan bekerja sama dengan kurator agar proses pemberesan dapat berjalan lancar.
Secara khusus Iwan Kurniawan Lukminto menyampaikan terima kasih atas loyalitas dan dedikasi para karyawan yang telah bersama membangun perusahaan tekstil tersebut. Para karyawan ini, kata dia, sudah bersama selama 21.382 hari sejak Sritex berdiri pada 16 Agustus 1966.
Related News
Bisnis Layanan GUCD Perta Arun Gas Diminati Kapal LNG Global
Emas Dunia Turun Ke USD4.261, Antam Melorot Rp16.000 per Gram
Yield Obligasi AS Sentuh Level 2007, Pasar Antisipasi Suku Bunga Fed
Dolar Perkasa di 101,1, Tekan Rupiah dan Pasar Asia
Nikkei Melesat 500 Poin Ditopang Saham AI dan Dividen
AS-Iran Tegang, Fed Hawkish, Harga Emas ke Level Terendah 7 Minggu





