Tarik Duit! Samuel Sekuritas Cairkan Repo 4 Saham Ini Senilai Rp394,7M
:
0
Samuel Sekuritas Indonesia. Foto: sahamreceh.
EmitenNews.com - PT Samuel Sekuritas Indonesia mencairkan transaksi repo atas 4 saham miliknya terhitung dua hari beruntun pada 2-3 Juli 2026. Total dana yang diperoleh dari skema ini mencapai Rp394,78 miliar.
Repo atau Repurchase Agreement sendiri adalah mekanisme pinjaman dana jangka pendek dengan menjaminkan aset berupa saham, yang dinilai mirip skema gadai. Adapun, aset akan dibeli kembali oleh pemberi repo di kemudian hari.
Berdasarkan data transaksi kepemilikan saham di IDX, transaksi terbesar terjadi pada saham PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS). Pada 3 Juli 2026, Samuel melepas 337.949.500 saham NSSS di harga Rp620. Nilai transaksi tercatat Rp209,53 miliar. Porsi kepemilikan turun 1,41% menjadi 40,17%.
Di hari yang sama, Samuel juga mencairkan repo 57.865.900 saham PT MD Entertainment Tbk (FILM) di harga Rp1.630. Dana yang diperoleh Rp94,32 miliar. Kepemilikan di FILM berkurang 0,53% menjadi 13,81%.
Sehari sebelumnya, 2 Juli 2026, Samuel menggadaikan 1.282.500.700 saham PT Sentul City Tbk (BKSL) di harga Rp60. Nilai pencairannya Rp76,95 miliar. Porsi kepemilikan menyusut 0,76% menjadi 4,89%.
Selain itu, Samuel juga mencairkan 4.422.800 saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) di harga Rp3.160. Transaksi ini bernilai Rp13,98 miliar dan membuat kepemilikan turun 0,14% menjadi 5,80%.
“Tujuan transaksi adalah pencairan repo,” tulis keterangan keempat transaksi.
Secara keseluruhan, Samuel Sekuritas mengalihkan lebih dari 1,68 miliar saham dari 4 emiten melalui mekanisme repo dalam dua hari perdagangan.
Related News
Alami Tekanan Keuangan, Adhi Karya (ADHI) Sulit Bayar Bunga Obligasi
FTSE Tendang Sejumlah Emiten Lo Kheng Hong dari Micro Cap
Dirut ITSEC Asia (CYBR) Kembali Tambah Porsi Saham, Ini Tujuannya
FTSE Russel Depak 29 Saham & Turunkan 10 Saham Indonesia dari Indeks
Emiten Grup Sinar Mas (BSDE) Turun Kasta dari Mid Cap FTSE Russell
Pasrah, ADHI Sampaikan Potensi Tunda Bayar Bunga Obligasi Lagi





