Tebus Right Issue Malacca Trust (MTWI), Batavia Prosperindo (BPII) Setor Rp116,06 Miliar

EmitenNews.com - Batavia Prosperindo Internasional (BPII) menyetor modal Malacca Trust (MTWI) Rp116,06 miliar. Itu dengan menyerok 1,16 miliar saham Malacca Trust dengan harga pelaksanaan Rp100 per lembar. Aksi Batavia itu, merupakan penebusan right issue Malacca Trust.
Tindakan Batavia itu diperantarai oleh Panin Sekuritas. Dengan setoran modal itu, porsi kepemilikan saham Batavia terhindar dari dilusi. Sebaliknya, kepemilikan saham Batavia di Malacca Trust makin superior. Tidak tertandingi oleh pemegang saham entitas lain.
Kini, Batavia menggenggam saham Malacca Trust sebanyak 2,38 miliar lembar alias setara dengan porsi 88,71 persen. Menanjak 42,5 persen dari posisi sebelum eksekusi right issue Malacca Trust dengan timbunan 1,22 miliar eksemplar atau 46,21 persen.
Sekadar informasi, Malacca Trust menggeber right issue maksimal Rp139,86 miliar. Itu dengan melepas 1.398.667.523 helai alias 1,39 miliar lembar pada harga pelaksanaan Rp100 per helai. Pengeluaran saham baru itu setara 47,83 persen dari modal ditempatkan, dan disetor penuh setelah right issue bernominal Rp100.
Right issue itu, menyasar pemegang saham dengan nama tercatat pada 28 Desember 2022 pukul 16.15 WIB. Setiap pemegang 12 saham lawas berhak atas 11 HMETD. Di mana, setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp100 setiap saham.
Batavia Prosperindo Internasional sebagai pemegang saham utama, dan pengendali, pada 30 September 2022, memiliki 1.266.139.508 saham, mewakili 82,98 persen dari jumlah modal ditempatkan, dan disetor penuh dalam perseroan. Berdasar surat pernyataan komitmen pada 13 Desember 2022, BPI akan melaksanakan seluruh HMETD yaitu 1.160.627.882 saham atau mewakili 82,98 persen sesuai harga pelaksanaan.
Dana hasil right issue untuk modal kerja dengan menambah portofolio investasi guna meningkatkan kapabilitas risiko beban sendiri (owned retention). Itu diharap meningkatkan daya tampung atas setiap risiko, dan selanjutnya memperbesar premi bersih diterima. Penambahan portofolio investasi akan meningkatkan rasio solvabilitas atau risk based capital (RBC), rasio kecukupan investasi (RKI) dalam mendukung pertumbuhan usaha perseroan. (*)
Related News

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar

Kapok Tekor! Laba APEX 2024 Melejit 134 Persen

Tumbuh 16 Persen, ACES 2024 Tabulasi Laba Rp892 Miliar

Melangit 37.380 Persen, Laba LPKR 2024 Tembus Rp18,74 Triliun

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG