Tegaskan Posisi, ERHA Skincare Luncurkan Inovasi Terbaru
(Ki-ka): dr. Margaretha Indah Maharani, sp.DVE, FINSDV, FAADV, Afril Wibisono (Brand, Marketing, and Sales Director ERHA Skincare Group), dan dr. Panji Respati Satjamanggala, sp.DVE dalam peluncuran produk baru ERHA Skincare. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - ERHA Skincare Group makin menegaskan posisi sebagai pemimpin skincare dermatologi Indonesia di tengah lonjakan pasar sektor tersebut di kawasan ASEAN. Itu ditunjukkan dengan meluncurkan tiga inovasi terbaru berbasis riset klinis, dan keahlian dermatolog. Yaitu, ERHA SKINSITIVE Ultracalm Face Sunscreen, ERHA ACNEACT Micellar Water, dan HisErha Duo Parfum Premium.
Peluncuran dilakukan di tengah pertumbuhan signifikan pasar skincare dermatologi kawasan ASEAN pada 2025 mencapai USD1,52 miliar, dan diproyeksi tumbuh menjadi USD2,29 miliar pada 2030 atau rata-rata tingkat pertumbuhan alias Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 8,54 persen. Indonesia menjadi pasar terbesar dengan penguasaan 43,5 persen pangsa pasar skincare sensitif ASEAN.
Sejalan pertumbuhan pasar skincare nasional diperkirakan mencapai USD4,64 miliar pada 2032, ERHA Skincare Group menegaskan komitmen sebagai satu-satunya merek skincare dermatologi Indonesia telah konsisten selama lebih dari 25 tahun menghadirkan solusi perawatan kulit berbasis praktik klinis nyata.
“ERHA Skincare tidak hanya mengikuti tren, tetapi membangun standar. Tiga inovasi ini memperkuat posisi kami sebagai pionir skincare dermatologi Indonesia yang lahir dari praktik klinik, bukan dari klaim pemasaran,” ujar Director Brand, Marketing, and Sales ERHA Skincare Group, Afril Wibisono.
Afril menekankan seluruh produk inovasi ERHA Skincare hadir yang mengedepankan Clinically Created, Dermatologist Trusted, sebuah pendekatan yang membedakan ERHA dari berbagai klaim "dermatologist-tested" atau "dermatologist-recommended" yang marak di industri.
Clinically Created berarti produk diciptakan di laboratorium klinik berstandar medis, dikembangkan dengan standar farmasi, dirumuskan langsung oleh tim dermatolog, serta diuji pada pasien klinik sebelum dipasarkan.
Sementara, Dermatologist Trusted berarti produk ERHA telah divalidasi oleh lebih dari 200 tenaga medis profesional, didukung jaringan di 112 klinik dermatologi di seluruh Indonesia, serta memiliki rekam jejak lebih dari 25 tahun dalam praktik dermatologi.
"Banyak merek mengklaim produknya 'dermatologist-tested' atau mendapat endorsement dari asosiasi dermatologi. Perbedaan kami yang paling fundamental bukan hanya soal diuji, tetapi diciptakan langsung oleh dermatolog yang setiap hari menangani ribuan pasien dengan berbagai kondisi kulit. Autentisitas ini tidak bisa dibeli,” tegas Afril.
Dia menjelaskan keunggulan ERHA yang unggul dibandingkan merek skincare lain. Diantaranya origin and development, maksudnya ERHA lahir dari klinik sejak 1999 sehingga memiliki masukan medis dari pengalaman klinis nyata, bukan dari laboratorium kosmetik. Produknya pun dirancang untuk pasien yang memiliki kebutuhan tertentu, mulai dari yang biasa sampai yang luar biasa.
“Mungkin di merek lain, membuat tes untuk 30 orang dalam dua minggu. Namun, kami telah melakukan observasi ribuan pasien dalam waktu tiga bulan, bahkan sudah lebih dari 25 tahun. Bedanya seperti melakukan polling untuk 10 orang melawan sensus berskala nasional,” katanya.
Keunggulan kami berikutnya yakni formulation standards yakni dengan keunggulan konsentrasi medical-grade untuk efektivitas yang lebih tinggi, kemurnian dan stabilitas berstandar farmasi, teknologi penghantaran yang advanced, serta optimasi pH untuk efektivitas maksimal. Bukan hanya daftar bahan yang sama–tingkat konsentrasi, standar kemurnian, hingga teknologi penghantaran semuanya berbeda.
Selain itu, ERHA juga memiliki professional backing. ERHA terintegrasi dengan lebih dari 100 dermatolog aktif yang meresepkan ERHA sebagai bagian dari protokol perawatan, para dokter kemudian juga mempertaruhkan reputasi mereka dengan meresepkan produk ERHA, serta ERHA pun melatih dermatolog mengenai riset kulit dan rambut terkini.
“Perbedaan antara dokter yang digunakan ERHA untuk melayani pasien dengan dokter yang sering bergandengan dengan merek tertentu untuk kampanye pemasaran yakni yang keluar berarti keputusan media, bukan sekadar transaksi semata,” ujarnya.
Afril kemudian menjelaskan setiap produk rilisan ERHA Skincare. Produk pertama datang dari brand ERHA SKINSITIVE Ultracalm Face Sunscreen hadir dari banyaknya permasalahan kulit sensitif dialami masyarakat Indonesia. Dari data ERHA Skincare sekitar 26,9 persen konsumen generasi Y di Indonesia mengalami masalah kulit sensitif seperti kemerahan dan iritasi.
Sebagai merek khusus dengan semangat stronger barrier from ERHA Derma-Lab, ERHA SKINSITIVE Ultracalm Face Sunscreen hadir dengan keunggulan teknologi yang menjawab permasalahan utama para pengguna sunscreen namun memiliki kulit yang sensitif. Yaitu, Hybrid UV Filter, kombinasi physical & chemical filter untuk perlindungan ganda terbukti klinis lebih kuat dibanding physical sunscreen saja.
No White Cast, tekstur ultra-lightweight yang tidak meninggalkan residu putih, berbeda dengan physical sunscreen cenderung berat, dan meninggalkan white cast. Skin-Identical Ceramide, ceramide identik dengan struktur alami kulit untuk memperkuat skin barrier, menenangkan kemerahan, dan menghidrasi secara mendalam, dan Niacinamide, mencerahkan dan meratakan warna kulit sekaligus memperkuat pertahanan kulit.
ERHA SKINSITIVE Ultracalm Face Sunscreen tersedia di seluruh platform e-commerce resmi ERHA, jaringan lebih dari 110 ERHA Clinic, serta modern trade partner dengan harga sebesar Rp 104.720 per kemasan 30 gram. Selanjutnya, Afril menjelaskan produk ERHA ACNEACT Porefectly Clear Micellar Water – 3 in 1 Anti Acne Formula adalah inovasi pembersih wajah multifungsi yang menggabungkan tiga manfaat dalam satu langkah.
Related News
Kopdes Merah Putih Didorong Jadi Agen Resmi Produk Pertamina
Stok Beras Ditargetkan Tembus 4 Juta Ton Pada Maret 2024
Tumbuh 5,30 Persen, Industri Mamin Penopang Utama Sektor IPNM
Kilang Mini LNG Pertama di Pulau Jawa Beroperasi
Prabowo Soal Tambang: Kalau Tak Melanggar Pulihkan Hak Investor
Wall Street Loyo, IHSG Kian Menyala





