EmitenNews.com - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui anak perusahaannya, PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC), memperkuat pengembangan infrastruktur data center berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) hingga 1 gigawatt (GW). Langkah ini dilakukan melalui sinergi bersama Danantara Indonesia guna mendukung kedaulatan digital nasional (Sovereign AI).

Inisiatif tersebut dibahas dalam kegiatan National AI Data Center & Electrification Strategic Workshop yang digelar di Wisma Danantara, Jakarta. Pertemuan lintas BUMN dan regulator ini berfokus pada validasi kebutuhan AI nasional serta kesiapan pasokan listrik untuk menopang pertumbuhan pemanfaatan teknologi di Indonesia.

Pihak perseroan menegaskan kesiapan infrastruktur data center dalam menopang kebutuhan komputasi sektor pemerintah dan BUMN. "Data Center Telkom menjadi fondasi bagi Indonesia dalam membangun ekosistem Sovereign AI yang berdaulat dan berkelanjutan," ujar Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji dikutip Selasa (22/9).

Berdasarkan pemetaan terhadap lebih dari 70 responden BUMN, kebutuhan data center AI nasional terkonsentrasi di wilayah Jawa-Madura-Bali, Batam, dan Indonesia Timur, dengan pendorong utama dari sektor perbankan, mobilitas, serta kesejahteraan. Pemanfaatan AI di lingkungan BUMN diproyeksikan berkembang menuju sistem operasional terintegrasi pada 2030 dan mengonsumsi sekitar 70 persen total kapasitas data center.

Menjawab peluang tersebut, NeutraDC menyiapkan peta jalan pengembangan AI data center kapasitas 1 GW yang tersebar di Batam, Jabodetabek, Jawa, dan Manado, serta didukung 26 edge data center di 21 kota. Dari sisi pasokan energi, PT PLN (Persero) menyatakan kesiapan menyediakan energi bersih dan keandalan listrik berskala gigawatt untuk mendukung pusat data tersebut.

Hasil pemetaan kebutuhan nasional ini menjadi dasar bagi pemerintah dan BUMN untuk memvalidasi kelayakan investasi serta menjajaki skema pembiayaan bersama lembaga keuangan. Langkah kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat daya saing ekosistem AI nasional yang mandiri, andal, dan berkelanjutan.(*)