EmitenNews.com - 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengonfirmasi breakout di atas level psikologis 6.500 pada perdagangan kemarin dan melanjutkan penguatan pada pagi ini, Jumat (28/08/2026). Penguatan terjadi sehari setelah aksi demonstrasi 27 Agustus berlalu.

Mengutip data RTI Business pukul 09.00 WIB, IHSG naik 19,473 poin atau 0,30% ke level 6.541,223.

IHSG dibuka di 6.535,719 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.543,241. Ini jadi sinyal awal bahwa barikade 6.500 sudah ditembus pasca tekanan sentimen politik kemarin.

Kenaikan IHSG didukung oleh 281 saham menguat, 114 melemah. Volume transaksi mencapai 1,260 miliar saham dengan nilai Rp506,516 miliar. Kapitalisasi pasar Rp11.500,751 triliun.

Relatif lancarnya aksi 27 Agustus dan janji DPR mengesahkan RUU Perampasan Aset paling lambat 15 Desember membuat investor kembali masuk. Ditambah stabilnya rupiah di Rp17.739/USD pagi ini.

Proyeksi Analis

Head of Research Kiwoom, Liza Camelia Suryanata pada Kamis (27/8) menilai level 6.500 merupakan barikade terkuat bagi IHSG yang sebelumnya sulit ditembus. 

“IHSG dalam usaha perjuangan mengakhiri fase bottoming ini, clearly level resistance 6500 (neckline merah) merupakan barikade terkuat yang so far belum bisa tertembus,” terang Liza

Menurut Kiwoom Research, jika IHSG mampu bertahan di atas 6.500 maka potensi penguatan lanjutan ke kisaran 6.700-6.800 akan terbuka. Bahkan target optimistis ada di level 7.000-7.250 hingga akhir tahun.